Tuesday, March 19, 2013

Melongok kehidupan murai batu di alam bebas


Burung Murai batu atau white rumped shama (Copsychus malabaricus) adalah burung berkicau yang cukup populer di Indonesia yang termasuk ke dalam family Turdidae.

Burung Murai Batu  merupakan salah satu jenis yang cerdas dan dianggap sebagai burung kicau yang terbaik di dunia. 
Tidak sulit untuk merawat dan memeliharanya, malah akan menyenangkan karena burung ini memiliki kicauan yang sangat merdu. Karena itulah Burung Murai Batu semakin banyak diburu dan dijadikan sebagai jagoan ketika mengikuti lomba burung.

Burung ini mempunyai banyak jenis, namun yang dianggap terbaik adalah Murai Batu Medan.
Namun aksi perburuan liar dan eksploitasi hutan yang berlebihan membuat Murai Batu jenis ini semakin langka.

Sifat

Burung murai batu terkenal mempunyai kemampuan berkicau dengan suara merdu, bervariasi dan bermelodi. Selain itu burung murai batu juga terkenal dengan gaya bertarungnya yang sangat atraktif.  Burung Murai Batu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkicau daripada melakukan aktivitas lainnya.  Habitat burung Murai Batu di kawasan-kawasan konservasi perlu mendapatkan perhatian yang lebih, misalnya di Hutan Wisata Pananjung Pangandaran.  Adanya konflik batas teritori satu dengan lainnya menunjukkan bahwa habitat Murai Batu semakin sempit dan terbatas. Maka dari itu harus dilakukan perbaikan habitat seperti melaksanakan program penanaman pohon di tempat yang terbuka dan mengurangi pembukaan hutan untuk prasarana wisata.
Burung murai batu jantan dan betina sangat sensitif dalam menjaga wilayah teritorialnya. Burung murai batu juga mempunyai sifat monogami.
Burung Murai Batu cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini sangat memudahkan orang yang memeliharanya karena tidak perlu melakukan upaya dan usaha untuk membiasakan burung tinggal di tempat barunya.
Ekor yang panjang dari burung ini akan berdiri tegak apabila burung sedang berkicau atau merasa kaget.
Burung ini akan mudah menjadi marah apabila melihat atau mendengar suara dari jenis burung yang sama. Jika sedang berhadapan dengan burung sejenis burung ini akan berkicau sambil Menggelembungkan bulu-bulu di sekitar dadanya.
Burung Murai Batu mudah terangsang jika melihat Burung Murai Batu betina terutama bila sering dijemur dan pemberian EF yang berlebihan.

Habitat

Burung murai batu cenderung memilih hutan sekunder atau hutan alam yang rapat sebagai habitatnya. Burung murai batu merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses).
Jenis teritorinya tempat untuk bersarang, perkawinan dan tempat mencari makan (nesting, mating dan feding territor – Welty, 1982).
Burung ini memiliki daya tarik yang tinggi untuk dipelihara karena memiliki suara kicau yang bagus (The Best Song Birds – Delacour, 1947). Burung murai batu merupakan kelompok burung yang digemari karena memiliki suara dengan spesifikasi “kicauan”.
Perburuan liar yang terjadi secara besar-besaran, degradasi hutan, hingga konversi hutan menyebabkan populasi burung ini terus berkurang, termasuk murai batu yang hidup di hutan dataran rendah di pulau Jawa.
Penyebaran burung Murai Batu di Pulau Jawa saat ini hanya terbatas di beberapa tempat yang berhutan, misalnya di tempat-tempat konservasi seperti di Cagar Alam Leuweung Sancang, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Ujung Kulon, Cagar Alam dan Hutan Wisata Pananjung Pangandaran, dan Taman Nasional Meru Betiri.
Konservasi keanekaragaman hayati yang menggunakan strategi save it, studi it, dan use it memiliki hubungan dengan konservasi burung Murai Batu.
Save it merupakan alokasi kawasan hutan sebagai cagar alam. Sedangkan hasil-hasil penelitian ilmiah mengenai sumber dayanya bisa digunakan untuk save it dan use it.
Pengelolaan habitat dan populasi dari burung murai batu sangat penting dalam upaya melindungi habitat dan melestarikan burung murai batu.
 
Jenis
Burung Murai Batu termasuk salah satu burung berkicau cerdas terbaik yang berasal dari keluarga Turdidae. Cukup banyak jenis burung murai batu yang bisa  anda rawat dan pelihara di rumah.
 Di Indonesia burung ini memiliki banyak jenis, misalnya Burung Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu Lahat, Burung Murai Batu Jambi, Burung Murai Batu Kalimantan, Burung Murai Batu Aceh, dan yang sangat terkenal di Indonesia adalah Burung Murai Batu Medan.
Burung murai batu hanya memiliki satu jenis, walaupun kelompok dari suku Turdidae cukup banyak.
Kalaupun burung murai batu memiliki variasi ukuran dan bentuk tubuh itu karena burung ini berkembang sesuai kondisi habitat dan kemudian menyebar. Misalnya burung murai batu Kalimantan yang memiliki ekor pendek dan ukuran tubuh besar, sedangkan burung murai Sumatera berekor panjang dan ukuran tubuh sedang.
Burung ini juga bisa ditemukan di India, Filipina, Malaysia dan lain-lain sehingga bentuk dan ukuran murai batu di negara tersebut sedikit berbeda dengan burung murai Indonesia. Misalnya murai batu cina, murai batu malaysia, murai batu india, murai batu filipina.
Hampir semua jenis murai memiliki ciri-ciri yang berbeda. Burung murai batu yang berasal dari Sumatera, kalimantan, dan Malaysia adalah burung murai batu yang paling banyak dipelihara oleh para penggemar burung di Indonesia. Burung murai batu ini mampu melagukan irama yang cukup merdu serta mampu meniru irama nyanyian lagu dari burung lain.
Burung  murai batu yang paling sering ditemukan di Indonesia tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Murai Batu Malaysia
Burung murai batu malaysia memiliki kombinasi ekor yang panjang dan ukuran badan yang kecil. Bila diperhatikan dengan baik ekor burung murai Malaysia mempunyai bentuk yang lebih tipis  bila dibandingkan dengan burung murai lain. Ekor burung murai Malaysia ini cenderung melengkung ke bawah apabila dalam posisi diam karena memiliki tulang bulu ekor yang lebih panjang dan tipis.
Gerakan ekor dari burung ini akan naik turun mirip cambuk apabila sedang berkicau. Burung ini memiliki kecerdasan sehingga bisa dilatih dengan menggunakan suara burung lain yang lebih merdu untuk melatih variasi irama lagu.

  • Murai Batu Sumatera
Burung murai batu Sumatera terdiri dari 2 jenis yang bisa dibedakan menurut daerah asal, yaitu Medan dan Lampung. Sebenarnya di daerah lain Sumatera masih terdapat jenis murai batu yang lain.
Namun karena di Medan dan Lampung banyak dijadikan sebagai pusat kulakan pedagang dari daerah lain maka hanya 2 daerah ini yang dianggap sebagai asal dari burung murai batu Sumatera.
Murai batu yang berasal dari Sumatera ini secara umum badannya sedikit lebih besar dari murai batu Malaysia. Ekornya kira-kira sepanjang 22-24 cm. Karena tulang bulunya lebih tebal maka pada saat bernyanyi ekor yang digerakkan naik turun terlihat agak kaku.
Dari segi suara, secara umum penggemar burung lebih menyukai murai batu asal Medan dibanding dari Lampung. Hal itu dikarenakan penggemar burung mengganggap murai batu asal Medan ini lebih cerdas sehingga kalau diisi dengan suara burung lain lebih mudah meniru.
Kemudian, dalam membawakan lagu antara variasi satu dengan variasi lagu lain bisa bersambungan dan ngeroll. Yang dari Lampung dalam membawakan lagu sering mengulang-ulang atau istilah dalam perburungan ngeban.

  • Murai Batu Kalimantan
Burung murai batu Kalimantan memiliki ciri fisik yang berbeda dengan murai batu asal Malaysia dan Sumatera, yaitu memiliki ukuran tubuh sedang dan ekor yang lebih pendek daripada kedua jenis murai batu tersebut. Panjang ekor dari burung ini hanya 13 cm dimana bentuknya semakin lebar pada ujung ekornya.
Burung murai batu Kalimantan dianggap kurang memiliki variasi lagu sehingga tidak begitu disukai oleh penggemar burung. Sebenarnya anggapan ini salah karena suara burung ini juga bisa dialtih sebagaimana burung murai batu yang lain.
Namun tetap saja burung ini kalah menarik dengan jenis burung murai batu yang lain karena memiliki ukuran ekor yang pendek dimana ketika sedang berkicau naik turunnya ekor tidak seindah murai batu jenis lain.


Ciri-ciri

Burung ini memiliki panjang badan sekitar 21 cm untuk betina, sedangkan untuk jantan memiliki panjang badan sekitar 27 cm.
Ciri-ciri yang paling umum dari semua burung jenis murai batu adalah memiliki ekor panjang yang ukurannya melebihi ukuran badannya.
Seluruh bulu badan didominasi dengan warna hitam kecuali badan bagian bawah dengan warna  merah cerah sampai jingga kusam. Pada bagian kepala terdapat sedikit semburat yang berwarna biru.
Untuk burung Murai Batu yang berasal dari Kalimantan Timur terdapat sedikit keunikan yaitu adanya garis putih yang memanjang ke belakang pada bagian kepala.
Burung Murai Kalimantan memiliki ekor yang lebih pendek yaitu sekitar 10 cm, sedangkan Murai Batu Sumatra memilliki ekor dengan panjang sekitar 15-20 cm.


Read more > Melongok kehidupan murai batu di alam bebas

Pemilihan indukan burung murai batu medan


Indukan murai batu medan adalah satu-satunya modal awal yang penting untuk memulai bisnis penangkaran murai batu ini. Pemilihan indukan yang tepat, akan memberikan peluang keberhasilan menciptkan anakan yang lebih berkualitas dari pada memilih indukan murai batu silangan atau indukan seadanya.

Terkadang, apalagi jika kita masih baru akan memulai menangkar murai batu, kita bisa menggunakan indukan murai batu yang kita miliki. Tetapi, jika kita benar-benar ingin konsentrasi ke bisnis ini, penulis sarankan untuk mencari indukan yang benar-benar ideal. Walaupun agak susah dan biasanya harganya juga lumayan mahal, ini ada sedikit ciri-ciri indukan murai batu medan yang bisa di gunakan sebagai indukan.  Tentu saja, setelah kita mengetahui perbedaan jantan dan betina murai batu yang saya sudah pernah jelaskan

Ciri Indukannya sebagai berikut:
  1. Paruh tipis, lurus dan panjang
  2. Volume di atas rata-rata
  3. Mempunyai irama yang bagus dan jarang ngetem atau berhenti di tengah-tengah.
  4. Bulu kelihatan halus dan mengkilap
  5. Kemampuan menirukan burung lain lebih banyak atau lebih variatif
  6. Mempunyai mental tempur yang bagus jika di dekatkan dengan pejantan murai batu yang lain
  7. Sehat dan tidak cacat secara fisik untuk mengurangi resiko kegagalan proses produksi murai batu.
Paling tidak, ada beberapa ciri di atas yang bisa di gunakan sebagai patokan untuk memilih induka murai batu medan. Terkadang, ada beberapa peternak yang menjadikan trah indukan sebagai parameter kualitas karena di percaya indukan murai batu yang pernah berprestasi akan menghasilkan anakan murai batu yang mendekati kualitas indukannya. Tapi juga tidak sepenuhnya bisa di gunakan patokan, karena banyak juga, dari hasil anakan penangkar biasa-biasa saja yang berhasil berprestasi. Karena semua juga bergantung pada perawatan, master selama pemeliharaan anakan hingga dewasa.

Jadi, memilihlah dengan tepat untuk menghasilkan anakan dari tangkaran yang berkualitas Bird Farm Anda.  Nah, setelah mendapatkan calon indukan, Anda bisa langsung mengetahui bagaimana menjodohkan indukan murai batu

Haruskah Betina Burung Murai Batu Medan untuk Indukan?


Untuk orientasi yang memang menghasilkan turunan murni murai batu medan.  Lain lagi jika memang untuk keperluan lomba yang medan atau tidak kadang-kadang tidak begitu di perhitungkan secara utama.  Penting kan nanti hasil dari proses master dan trah indukan murai batu yang bagus atau pernah berprestasi.
Jika tujuannya memang untuk  menghasilkan anakan murai batu medan yang benar, pemilihan indukan yang betina harus di lakukan dengan cermat.  Bisa memelihara dari anakan yang di dapat dari penangkar yang benar-benar konsentrasi pada jenis murai batu medan.  Jika membeli dari pasaran, kualitasnya tidak pernah bisa di ketahui terkecuali memang Anda sudah memiliki jam terbang yang cukup di dunia murai batu ini.
Jadi, apa pun jenis indukan murai batu betinanya, tergantung apa tujuan Anda.  Untuk kemurnian murai batu medan, atau untuk menciptakan turunan yang berkualitas untuk lomba dengan mempertimbangkan materi yang ada.


Read more > Pemilihan indukan burung murai batu medan

Tips Menghasilkan anakan burung murai batu medan berkualitas


Anakan Murai Batu

Anakan Murai Batu, Bila kita mau sedikit sabar untuk menghasilkan anakan murai batu medan yang benar-benar mempunyai mental dan daya tahan tubuh yang prima, kita bisa memanen anakan sampai bisa makan sendiri atau sedikit lebih lama. 

Cara ini sangat efektif karena proses meloloh anakan dilakukan penuh oleh indukan.


Resiko dari cara ini adalah anakan yang di panen belum terbiasa makan voer sehingga kita harus melatihnya agar anakan murai batu terbiasa dengan voer.
Resiko yang kedua adalah proses produksi yang tidak secepat dibandingkan bilamana kita memanen di usia seperti umur 1 hari hingga 7 hari. Jadi, proses produksi indukan murai batu sedikit lebih panjang di karenakan indukan harus meloloh anakan hingga muar atau bisa makan sendiri.   Hal tersebut akan jauh berbeda jika kita menempatkan anakan murai batu di sangkar.
sangkar gantung untuk bakalan murai batu

sangkar gantung untuk bakalan murai batuFaktor pakan.  

Pemberian pakan alami seperti jangkrik, kroto, ulat dan sebagainya terbukti  bisa menjadikan anakan lebih sehat, dan mempunyai daya tahan yang lebih kuat di bandingkan dengan anakan murai batu yang hanya di beri voer saat masa perkembangannya.  Pemberian pakah alami bisa membuat bulu lebih mengkilat dan yang terpenting adalah anakan murai batu akan mempunyai ekor yang lebih panjang asalkan memang indukannya juga mempunyai gen untuk menghasilkan ekor yang panjang.

Hal tersebut juga berbeda bila pemberian pakan alami tidak sepenuhnya.  Dengan kata lain, seperti jika kita memberi voer sebagai pakan utama pada anakan murai batu, dan memberi sedikit jangkrik atau kroto walaupun di berikan setiap harinya.  Akan tetap berbeda dengan jika kita memberikan pakan alami secara total pada anakan.  Yang jelas, semakin banyak kita memberikan pakan alami pada anakan murai batu kita, semakin bagus dan lebih maksimal hasilnya.


Read more > Tips Menghasilkan anakan burung murai batu medan berkualitas

Tata cara lomba burung murai batu di Singapura


Tentang kompetisi burung murai batu (White-Rumped Shama) dan beberapa tips pelatihan dan rawatan.


Biasanya, di bawah Bagian Syamah, orang dapat melihat burung-burung 90-120 bersaing untuk enam piala atas dan sembilan piala penghiburan bagi 7 sampai 15 posisi. Burung-burung dinilai sepanjang periode dua jam oleh tim dari empat hakim yang merotasi tugas mereka, sehingga menilai sampai 30 burung pada interval setengah jam.Penjurian didasarkan pada kualitas dan berbagai lagu, kenyaringan, menampilkan stamina, dan fisik dari burung yang poin-poin berikut ini diberikan:

Poin kualitas
1. Ragam Song 20
2. Kenyaringan Song 40
3. Stamina 20
4. Tampilan 10
5. Fisik 10
Total 100

Seleksi
Berkembang biak Shamas liar dari April sampai Juli, sehingga seseorang dapat membeli burung muda dari dealer atau toko-toko setelah Mei setiap tahun.
Kebanyakan peternak umumnya pilih burung muda mereka dengan menilai tubuh mereka panjang, kaki, ekor, kereta sayap, kualitas bulu, ukuran kepala, mata, posisi berdiri, kesehatan burung, dll, tetapi meskipun ketelitian ini banyak akan berakhir kecewa. Tidak ada metode dijamin untuk menilai apakah burung memiliki kualitas kompetisi atau tidak pada tahap awal karena fakta bahwa bahkan burung-burung dari sarang yang sama dapat berbeda dalam kualitas.
Beberapa peternak membeli hanya dari sumber terpercaya, sehingga kemungkinan memiliki potensi yang baik anak-anak dari pasangan diidentifikasi pemuliaan liar lebih besar. Burung-burung muda tersebut kemudian disimpan di bawah pengamatan selama setidaknya enam sampai sembilan bulan atau bahkan lebih lama sebelum mereka dipilih lagi. Sangat sering, sebuah “itik buruk rupa” dapat berubah menjadi Shama tampan setelah meranggas pertama.

Kesan kualitas baik
Anak-anak yang sehat akan berubah menjadi bulu dewasa mereka dalam waktu 6 sampai 7 bulan. Seekor burung dengan kepala, leher, tubuh, sayap, kaki dan ekor dalam proporsi simetris dan gerakan terus-menerus menampilkan ditambah dengan kelap-kelip ekornya akan menangkap perhatian dari para hakim yang akan penghargaan poin untuk ‘menampilkan’ dan ‘fisik’.
Cukup sering seekor burung menarik sehingga dapat mengesankan para hakim yang diberikan poin lebih meskipun poin yang kuat sebenarnya bukan lagu-terkait.


Lagu dari Shama
Hal ini sangat sulit untuk menemukan yearlings yang dapat bernyanyi dengan cara yang mendebarkan. Burung dengan baik lagu-lagu alam yang jelas ditambah kemampuan untuk meniru nyanyian burung-burung lain yang biasanya ‘berbagai’ songsters.
Kenyaringan dari lagu dan kemampuan untuk mencapai catatan bulat dapat meningkatkan dengan waktu.Burung-burung akan melakukan yang terbaik mereka setelah mereka 2 sampai 4 tahun.Umumnya, burung dengan kualitas tonal yang sangat baik mungkin tidak memiliki keunggulan dalam kompetisi karena yang menilai diadakan di lingkungan yang bising dengan burung yang ditempatkan terlalu berdekatan.
Ini adalah tugas yang sulit untuk memilih penyanyi merdu dari paduan suara.Seorang pemain bertarung yang baik biasanya memiliki suara yang sangat keras bernada tinggi yang terdiri dari banyak catatan bergulir. Burung yang bisa menyanyi dengan bebas selama empat putaran tanpa takut kerumunan, kebisingan atau burung aneh lainnya akan memenuhi amanat para hakim’.

Pelatihan
Hal ini disarankan untuk membeli yang terbesar (21 inci diameter) Syamah kandang untuk Shama muda. Ruang ini bermanfaat bagi perkembangan fisik burung.
Kandang harus ditempatkan di sebuah sudut nyaman ruang yang bebas dari angin dan sinar matahari langsung.
Pelatihan burung lagu sangat tergantung pada preferensi pribadi. Beberapa orang mungkin ingin mengajari burung-burung mereka bersiul bagian dari lagu-lagu sementara yang lain mungkin seperti burung untuk pick-up beberapa catatan dari burung liar di kebun.
Saya berpendapat bahwa kemampuan bernyanyi yang baik diwariskan. Seorang penyanyi monoton dapat sedikit ditingkatkan dalam kemampuannya untuk menyanyikan berbagai lagu setelah pelatihan tetapi tidak pernah dapat dikembangkan menjadi biduanita yang sangat baik.
Disarankan bahwa songsters potensial harus dibiarkan berkembang lagu sendiri alami mereka dalam tahap awal tanpa pelatihan khusus. Seekor burung sehat dapat twitter melodiously selama berjam-jam. Untuk menghindari gangguan, kandang bisa setengah-ditutupi dengan kain penutup selama 2 sampai 3 jam per hari. Kotak suara burung sehingga dapat berkembang dengan baik sebelum meranggas pertama.
Dengan bulan dari Oktober sampai Desember, burung-burung muda akan mulai meranggas. Karena jenis rolling lagu yang sedang disukai oleh kebanyakan orang, kenari bernyanyi sedikit atau Shamas dengan lagu-lagu bergulir dapat digunakan sebagai tutor selama periode ini. Kaset songsters beredar juga dapat digunakan sebagai alat bantu pelatihan.
Biasanya, seorang anak muda yang terawat baik akan bereaksi agresif terhadap burung aneh lainnya setelah meranggas pertama (6 sampai 10 bulan). Frekuensi dan volume lagu akan meningkat secara bertahap. Ketika burung berada pada kondisi puncak, langit-langit mulut akan berubah dari merah pucat hingga merah gelap atau warna hitam. Ini kemudian akan menjadi waktu terbaik untuk menilai biduanita pada lagu atau potensinya sebagai pemain yang baik dalam kontes menyanyi.
Tahap berikutnya dari pelatihan adalah untuk kondisi burung agar terbiasa dengan lingkungan yang aneh, orang banyak dan burung lainnya. Praktek normal adalah untuk membawa burung itu keluar sering ke tempat-tempat di mana peternak burung berkumpul untuk melatih mereka. Sebuah Shama terlatih akan memulai bernyanyi segera setelah mendengar lagu-lagu Shamas lain dan dalam beberapa kasus bahkan lagu-lagu spesies burung lainnya.

Alam perilaku Shama
Burung-burung yang pemalu dan tenang sebelum masa bersarang. Mereka akan keluar dari pandangan setelah musim kawin. Selama Juni, Juli dan Agustus, burung-burung dengan nestlings agresif dan responsif terhadap orang-orang yang pindah ke batas-batas mereka. Nyanyian burung-burung jantan yang keras dan kuat pada tahap ini.
Dalam kasus lagu burung kompetisi kandang, mereka biasanya mengambil 2 hingga 3 bulan untuk menyelesaikan meranggas mereka dan akan mencapai kondisi puncak mereka secara bertahap setelah 2 sampai 5 bulan waktu. Mereka dapat melakukan baik di kompetisi lagu selama periode ini.
Penyebab burung tidak berkinerja baik dalam kompetisi biasanya karena overfeeding makanan kaya, perubahan makanan, overtraining dll

Shama di masa depan
Seperti burung dengan lagu-lagu yang luar biasa dan karakteristik fisik jarang, perlu untuk mempertahankan strain dari songsters halus melalui penangkaran.

Sumber :
Omkicu.com



Read more > Tata cara lomba burung murai batu di Singapura

Penyakit yang menyerang anakan burung murai batu

Pada saat masih anakan, murai batu mempunyai resiko akan berbagai penyakit.  Salah satunya adalah sesak nafas.  Penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang mungkin masih sulit untuk bisa disembuhkan.  

Biasanya, gejala awal dari penyakit ini adalah anakan murai menjadi seperti kesusahan bernafas atau seperti mengalami sesak nafas.  Selain itu anakan murai menjadi tidak nafsu makan dan terlihat tidak bersemangat sebagaimana anakan murai batu lainnya. Bulu badan terlihat seperti berdiri dan anakan menjadi lemas.


Kondisi ini bisa menyebabkan kurusnya tubuh anakan murai batu.  Bila kondisi sudah parah, anakan murai batu rentan akan resiko kematian.  Membeli pada peternak yang mempunyai reputasi baik bisa menjadi referensi untuk mengurangi resiko kesalahan dalam membeli anakan murai batu yang sudah terjangkit penyakit ini.  Biasanya penjual burung yang baik tidak hanya mengejar keuntungan dan tidak akan menjual anakan jika kondisi seperti ini.



Menjaga kondisi sangkar agar tetap dalam kondisi bersih bisa mengurangi resiko akan penyakit ini.  Pemberian nutrisi dan vitamin yang cukup diharapkan bisa menjaga daya tahan tubuh ananakan burung murai batu.


Read more > Penyakit yang menyerang anakan burung murai batu

Contoh kasus penyelundupan murai batu dari Vietnam


murai batu dari vietnam
Karena kolektor berani membayar mahal di Amerika Serikat, Sony Dong menyelundupkan 14 murai batu dari Vietnam. Seperti yang di beritakan Associated Press National Geographic, dia menggunakan kain dan kancing untuk membungkus burung-burung murai batu tersebut.
Pada bulan desember 2008, dia juga telah di periksa karena membawa 18 ekor burung di kopernya di bandara LA. Pada bulan februari, dia kembali ke Vietnam untuk mengumpulkan burung-burung penyanyi seperti murai batu dan lainnya, keindahan murai batu juga di gemari di luar negeri hingga Amerika Serikat

Referensi :
http://news.nationalgeographic.com


Read more > Contoh kasus penyelundupan murai batu dari Vietnam

Solusi meminimalisir semut jatuh ke lantai


Ada beberapa hal yang mengakibatkan semut banyak yang jatuh ke lantai antara lain :

  • Media ternak dalam hal ini rak terlalu sempit yang mengakibatkan pola gerak para semut kurang leluasa.
  • Semut menjatuhkan diri (berimbas pada kata " Semut bunuh diri") padahal hal ini di karenakan si semut mencari jalan keluar untuk mendapatkan kebebasan seperti di alam bebas.
  • Percampuran semut berbeda koloni yang mengakibatkan semut berantem dan yang merasa kalah melarikan diri tanpa perhitungan.mengakibatkan semut jatuh ke lantai.
  • Faktor makanan, minuman serta ketenangan yang tidak di dapatkan para semut seperti di alam bebas
  • Tidak adanya figur panutan dalam hal ini  ratu / raja dari masing-masing toples (Peredam keberingasan semut prajurit dan pekerja tidak ada)
Solusinya :
  1. Usahakan dalam membuat rak / memodifikasi rak ternak / tangkar jangan terlalu sempit...artinya setelah kita letakkan toples masih ada ruang yang agak lapang . terus di bagian tepi usahakan memberi list tepi ( Seperti meja media permainan karambol ) dan pada bagian list tepi tersebut buat agak tinggi serta kalau sudah mau di pakai olesi grease atau bisa oli bekas juga campuran minyak tanah dengan abu sekam. Apa kegunaan list tepi tersebut ? Kegunaannya yakni menghambat laju pelarian semut dalam mencari jalan keluar atau mungkin karena berantem dengan semut lain yang berbeda koloni.
  2. Pada saat membuka lakban paska karantina jangan langsung di buka keseluruhan. Usahakan bertahap. Agar semut tidak terlalu beringas.
  3. Buat lubang pintu keluar masuk di toples dua yang agak besar  di bagian atas dan bawah ( semut prajurit dan pekerja bisa keluar masuk tapi ratu maupun raja tidak bisa keluar = karena sempit / tidak muat ) Hal ini untuk mendapatkan adanya figur ratu/raja per toples tetap ada di dalam. kalau lubangnya besar di mungkinkan ratu / raja migrasi. (Iya kalau cuma pindah ke toples lain kalau terjatuh kan sayang )
  4. Buka dulu lubang bagian bawah...baru setengah jam berikutnya bagian atas (Lihat kondisi semut sudah tenang apa belum ) dan ingat "Jangan langsung terbuka semua lakban penutup/ pengaman lubang pintu keluar masuknya.= bertahap = Buat semut keluar antri."
  5. Perbanyak lubang ventilasi pada toples dengan melubangi kecil- kecil ( Pakai jarum jahit kecil panasin dengan api di lilin dan tusukkan di toples )
  6. Jangan mencampur banyak koloni semut yang berbeda area / tempat dalam suatu rak (Silahkan baca postingan saya sebelumnya) Di khawatirkan tidak cocok semut berantem. Bisa langsung mati di tempat atau jatuh ke lantai karena lari.
  7. Usahakan minuman jangan sampai telat (Air campur gula putih/pasir) jangan beri minuman aneh - aneh seperti madu, teh manis atau yang lain. Hal ini akan saya bahas lebih spesifik nanti di postingan berikutnya. Untuk makanan bisa telat sedikit tidak apa-apa, yang penting minuman selalu ada. Makanan yang di sukai semut rangrang cs adalah jangkrik atau belalang tapi jangan di beri yang sudah mati. Beri jangkrik atau belalang dalam keadaan hidup-hidup.... kaki loncat " Jawa=slotang" patahkan...terus letakkan di kerumunan semut. Tidak usah di masukkan toples, biar semut pekerja yang membawa ke dalam sendiri.
  8. Dan usahakan ruangan ternak / tangkar dalam keadaan tenang tidak berisik dengan suara atau lalu lintas penghuni rumah.
  9. Usahakan masing-masing toples ada ratunya meski pada awalnya hanya calon ratu.Agar ada figur panutan yang membuat elemen semut tidak begitu beringas  (Point 9 ini agak panjang untuk kita bahas sekarang, karena sudah harus membedakan ratu / raja dengan calon ratu / raja, ciri fisik serta adanya mitos yang mengatakan beternak tanpa ratu hasilnya sama saja juga mitos- mitos yang lain yang saat ini membingungkan para peternak kroto khusnya bagi peternak kroto pemula.....maka untuk lebih detail saya akan posting di waktu yang lain dengan spesifik judul per masing-masih kendala)

Read more > Solusi meminimalisir semut jatuh ke lantai

Memaksimalkan hasil pada ternak kroto

Rata-rata teman-teman peternak kroto pemula terhambat perjalanan dalam menangkar semut rangrang di akibatkan karena masalah rak,yang kalau di tinjau dari sisi tingkat keamanan dan kenyamanan kurang memadai bahkan bisa saya katakan tidak ada.

Dengan memakai rak pengaman dan fungsi ganda di harapan target capaian dalam panen / goal akhir bisa maksimal.  (Menghasilkan kroto melimpah dengan kualitas unggul)
Rak pengaman dan fungsi ganda seperti postingan sebelumnya adalah desain rak yang kami rancang dengan menggabungkan dua media ternak kroto. Yakni media bambu dan media toples plastik (Sealware)
Kedua media ternak tersebut memang dalam pejalanannya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan. Sisi kelebihan dan kekurangan media ternak (Bambu dan toples) ini saya gabungkan dan kami bumbuhi tingkat keamanan ganda. Maka tercipta rak pengaman dan fungsi ganda.
Berikut kami akan menjabarkan kelebihan dan kekurangan media ternak bambu dan media ternak toples.


MEDIA TERNAK BAMBU

    Pada media ternak bambu akan kita dapatkan perkembangan koloni yang cukup cepat jika di bandingkan media toples. Hal ini di pengaruhi oleh tingkat derajat keasaman / pH (pH = potenz Hydrogen) hampir mendekati netral. Pada tingkat kondisi keasaman yang netral ini koloni semut rangrang bisa memaksimalkan semua fungsi zat feromon.Terutama feromon seks.
    Sebelum di lanjutkan saya akan membuat pondasi dulu biar mudah di pahami.

    Apa sih zat Feromon itu ?

    Disarikan dari:
    Wyatt, T.D. Fifty years of pheromones. Nature 457, 262-263
    Feromon (Pheromone) berasal dari bahasa latin; pherein yang artinya memindahkan, dan hormone yang artinya mencetuskan. Sekilas feromon mempunyai bunyi yang sama dengan hormon, untuk menekankan arti bahwa feromon memang mempunyai beberapa kemiripan dengan hormon. Feromon seperti laiknya hormon bersifat spesifik dan aktif dalam hitungan menit.

    Definisi feromon adalah senyawa yang disekresikan oleh satu individu dan diterima oleh individu lain pada spesies yang sama, di mana mereka akan memberikan reaksi yang spesifik, seperti misalnya perubahan perilaku atau proses perkembangan dan pertumbuhan.

    Banyak sekali jenis zat feromon dengan berbagai fungsi serta kegunaan. Pada postingan kali ini saya akan menekankan feromon seks pada koloni semut rangrang. 
    Kenapa feromon seks? karena feromon ini jika berfungsi maksimal hasil akhir yang di dapatkan adalah telur-telur (kroto) semut rangrang dalam jumlah besar. Kalau di biarkan akan menjadi spesies baru. (Bertambahnya koloni)
    Kembali pada media ternak bambu, karena bambu mempunyai tingkat keasaman yang hampir mendekati nol di mana keadaan ini sangat mendukung koloni semut rangrang bisa memaksimalkan fungsi zat yang di miliki (Feromon seks) untuk tebar pesona, menarik perhatian satu di antara yang lain sehingga memungkinkan terjadinya perkawinan massal (perkawinan ala gangbang)
    Simpulan : Media bambu memberikan suasana nyaman di karenakan mempunyai derajat keasaman yang mendekati nol sehinggah koloni semut rangrang bisa memaksimalkan zat feromon yang mereka miliki untuk tebar pesona. setalah terjadi terbar pesona satu diantara yang lain timbul perkawinan massal / gangbang. Maka akan kita dapati gundukan telur banyak. Dan kalau di biarkan kroto ini akan menjadi semut kecil / semut muda Hasil akhirnya koloni kita akan bertambah. ( Semoga faham penjelasan saya )

    Sekarang mari kita bahas masalah media bambu ini dari sudut kekurangannya versi peternak kroto.

    Kekurangannya media bambu ini adalah pada saat kita akan memanen. Seperti sudah saya utarakan di atas bahwa zat feromon yang di miliki semut rangrang bukan hanya satu jenis tapi banyak jenis dengan berbagai fungsi dan kegunaan. Salah satunya adalah feromon yang di sekresikan melalui sejenis enzim dari liur semut untuk pertahanan juga menempelkan telur-telur

    (Untuk jenis feromon ini akan kita bahas dalam postingan khusus karena saya lihat ada simpang siur dalam penjelasan di dunia perkerotoan Indonesia)

    Karena derajat keasaman yang mendekati nol di tambah zat feromon pertahanan yang di miliki koloni semut mempunyai daya rekat tinggi maka telur-telur yang menempel juga susah terlepas. Di sini letak kekurangannya (versi peternak kroto) media bambu yaitu pada saat kita panen susah mengambil telur/ kroto. Kalaupun bisa di ambil telur / kroto tersebut sebagian akan rusak karena di ambil semi di paksa.


    MEDIA TERNAK TOPLES

    Untuk media ternak toples, saya ambil patoakan untuk penjelasan yakni toples plastik (Sealware) yang di buat rata-rata dari hasil daur ulang biji plastik.
    Dari sudut kelebihannya jelas kita mudah memantau perkembangan koloni semut tangkaran kita. Kita bisa secepatnya mengambil tindakan jika terjadi hal- hal yang akan menghambat proses tangkaran kita seperti terjadinya perkelahian sesama koloni.Begitu pula saat panen kita akan mudah dalam memanen karena sifat plastik yang susah menyatu dengan feromon yang di miliki semut rangrang sehingga daya rekat lebih rapuh di bandingkan media bambu. Berimbas memudahkan kita dalam memanen. Tinggal kipas sedikit kroto akan terpisah dari induknya.
    Sisi kekurangan media toples juga jelas, kebalikan dari media bambu yakni agak lambat untuk proses perkembangbiakan jika di sejajarkan dengan media bambu.
    Simpulan Media Bambu : Lebih mudah pengawasan, karena media transparan serta dalam proses pemanenan lebih mudah. Kekurangannya agak lambat untuk proses perkembangbiakan, hal ini di karenakan sifat plastik yang tidak sejalan dengan feromon koloni semut.
    Jalan terbaiksebelum kita bisa membuat sintesis feromon juga membuat kondisi derajat keasaman / pH toples mendekati nol adalah dengan menggabungkan media ternak bambu dengan media ternak toples tetapi dari sisi keamanan dan kenyamanan dapat kita dapatkan adalah dengan membuat rak dengan pengaman dan fungsi ganda.       

    Bambu yang terdiri dari beberapa ruas (buku) apakah di setiap ruas (buku) tersebut di kasih lubang atau ruas bambu di hilangkan agar menyerupai batang pipa?
    Jawabannya 
    1. Ambil bambu utuh dengan ciri tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Hal ini untuk mendapatkan derajat keasaman mendekati nol atau kalau ada alat pH Meter dapat di fungsikan. Bisa juga memakai kertas Lakmus.Daripada ribet pakai cara sederhana saya yaitu cari bambu yang tidak basah juga tidak kering cukup.
    2. Belah bambu menjadi dua bagian, kalau stok bambu sedikit letakkan belahan itu seperti gambar di atas. Atau jika stok bambu banyak bersihkan sekat antar ruas ( buku ) sisakan yang paling ujung.Satukan lagi lalu pasang seperti gambar di atas.
    3. Jangan lupa melubangi di sepanjang ruas bambu bagian atas atau samping untuk pintu keluar masuk. ( Jika memakai belahan tidak usah di lubangi tinggal di letakkan dan di ikat saja. )

    2. Apakah media bambu bisa di ganti dengan media yang lain, contohnya pipa paralon?
      
    Jawabannya

    Media bambu tidak bisa di ganti dengan media paralon ( Nanti jadinya jeruk minum jeruk = plastik ketemu plastik = paralon ketemu toples ) tetapi ada media lain yang lebih optimal ( Masih dalam uji coba )

    3. Bagaimana cara panen kroto pada bambu tersebut?
    Jawabannya
    Pada rak pengaman dan fungsi ganda koloni semut yang bersarang pada media bambu tidak usah di panen karena secara otomatis kelebihan kroto yang ada di bambu jika tidak muat akan dengan sendirinya di boyong semut pekerja masuk toples. 
    Demikian teman-teman postingan kali ini tentang Tips Ternak Kroto Maksimal yang isinya lebih saya tekankan pada penjabaran rak ternak kroto dengan pengaman serta fungsi ganda. Harapan meski sedikit yang kami tahu semoga bisa bermanfaat 

    Read more > Memaksimalkan hasil pada ternak kroto

    Tips ternak kroto yang murah


    Baiklah teman-teman, mari kita memulai membahas Bagaimana sih cara beternak semut rangrang yang murah meriah tapi tetap menghasilkan kroto super tentunya tidak murahan kualitasnya.

    Dari ilustrasi foto di atas dapat kita ambil sebuah simpulan bahwasannya beternak semut rangrang yang menghasilkan kroto super tidak harus dengan biaya mahal. Foto yang kami tampilkan di atas adalah keadaan 6 ( enam ) hari setelah bibit di ambil dari alam dan di karantina serta di pelihara di rak pengaman ganda.
    Betul sekali...beternak kroto memakai media botol bekas air mineral juga mampu menghasilkan kroto dengan kualitas super.
    Caranya cukup mudah, perlakuannya sama dengan beternak memakai media toples. Yang membedakan wujud media saja satu memakai toples satunya pakai botol bekas air mineral.
    • Siapkan ruangan ternak dengan syarat-syarat minimum ruangan standar ternak koto yang sudah berulang kali kami bahas di postingan terdahulu.
    • Silahkan buat Rak Pengaman Ganda Penggabungan Unsur Modern Alami
      • Silahkan berburu Bibit Ternak Kroto Unggul atau kalau budged dana ada, silahkan membeli bibit ternak kroto yang sesuai dengan keinginan anda 
      • Pelihara dengan metode yang paling anda anggap bagus 
      Bagaimana target capaian panen kroto memakai media botol bekas air mineral ini ? Hasil yang anda akan dapatkan hampir sama dengan yang memakai media ternak toples. Dengan syarat anda memelihara memakai metode yang benar.
        Kalkulasi berapa biaya yang bisa teman-teman tekan beternak memakai media botol bekas air miniral ini. Kalau satu toples harga di pasaran saat ini kurang lebih Rp. 7.500,- ( Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah ) berarti kalau kita belikan botol eks. air mineral mendapat 15 botol.( Harga botol eks. air mineral kurang lebih Rp 500,- 
        Kalau memakai toples uang Rp. 7.500,- (Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah) teman-teman cuma mendapatkan satu toples tapi kalau teman-teman membelanjakannya untuk beli botol bekas air mineral mendapat 15 (Lima Belas) botol.
        Bahwasannya beternak semut rangrang yang bisa menghasilkan kroto dengan kualitas baik, tidak harus MAHAL atau MEWAH. Alokasikan dana beternak kroto anda untuk hal-hal yang bisa menambah kecepatan pengembalian modal awal, jangan ajak laskar semut anda bermewah mewahan.
        Yang paling penting adalah anggapan bahwa beternak semut rangrang mahal menurut kami kurang benar. Buktinya dengan memakai barang bekas saja juga menghasilkan kroto yang target capaian pada saat panen hampir sama dengan yang memakai toples.
        Ingat teman-teman dalam beternak semut rangrang penghasil kroto media bukan satu-satunya syarat keberhasilahan tetapi bagaimana kita mampu membuat suasana (ruangan tangkar, media isolasi dan lain-lain ) bisa sama dengan keadaan sarang semut itu sendiri di alam. Minimal mendekati sudah sangat bagus.

        Beternak semut rangrang sampai hari ini tidak ada standarisasi wajib yang di lakukan peternak. Intinya kita hanya memindah unsur-unsur yang semut dapatkan di alam ke area tempat ternak. Selebihnya biarkan semut-semut itu sendiri melanjutkan kehidupannya. Jangan membuat repot kegiatan beternak anda dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehidupan semut rangrang di alam bebas, nantinya akan membuat anda pusing sendiri. Biarkan kegiatan beternak mengalir apa adanya. Tugas kita sebagai peternak hanya MENGGANTI unsur-unsur yang semut dapatkan di alam DENGAN unsur pengganti yang bersifat semi alami.



        Read more > Tips ternak kroto yang murah

        Ternak kroto dan penerangannya dengan lampu mercury


        Mari kita cermati pertanyaan salah satu teman (mewakili pertanyaan teman yang lain).
        1. Lampu Mercury berapa watt ?
        2. Di pasang di tengah rak atau di samping rak
        Sebelum kami jawab alangkah baiknya kita cari referensi dulu biar agak ilmiah sedikit jawaban kami. Referensi yang kami maksud adalah pemahaman dasar serta efek kedepannya.


        MATA SEMUT RANGRANG

        Teman-teman sekalian. Semua semut rangrang yang lahir dalam keadaan normal di beri karunia mata oleh Tuhan YME sama seperti karunia mata yang di berikan kepada serangga yang lain. Mata semut rangrang ada dua (Sepasang - satu pasang). Tetapi beda dengan serangga yang lain.


        Semua makhluk hidup memiliki indra atau alat untuk menerima rangsang yang sama. Begitu juga pada serangga. Seperti halnya pada makhluk hidup lain, serangga mempunyai  mata. Mata pada serangga digunakan untuk menerima rangsang dari cahaya. Mata pada serangga di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu mata tunggal atau oseli dan mata faset atau omatidia. Mata tunggal pada serangga mempunyai lensa kornea yang tunggal, sedangkan mata majemuk merupakan kumpulan dari mata tunggal yang dilapisi oleh lensa kornea segi enam. Serangga mempunyai dua buah mata majemuk dan tiga buah mata tunggal. Mata tunggal berfungsi untuk  membeda-bedakan intensitas cahaya yang diterima sedangkan mata majemuk berfungsi sebagai pembentuk bayangan yang mozaik.
        Walaupun serangga mempunyai mata yang cukup kompleks dan banyak, ada sejumlah serangga yang buta warna, yaitu tidak dapat membedakan warna.  Namun tidak sedikit pula yang dapat membedakan warna. Serangga dapat membedakan warna karena adanya perbedaan pada sel-sel retina pada mata serangga.  

        Semut rangrang termasuk golongan serangga. Mata semut rangrang masuk pada kategori mata majemuk atau Mata Faset  
        Mata faset gunanya untuk mendeteksi gerakan. Bagi semut rangrang setiap gerakan dapat berarti musuh yang harus dijauhi atau mangsa yang harus ditangkap
        Simpulan :
        Semut rangrang termasuk serangga mempunyai mata majemuk yang menyukai warna ( cahaya ) terang. Mata semut rangrang berdimensi majemuk atau mata faset, di mana fungsi mata faset adalah untuk mendeteksi gerakan. Bagi semut rangrang setiap gerakan dapat berarti musuh yang harus dijauhi atau mangsa yang harus ditangkap


        LAMPU MERCURY


        Definisi lampu uap ( Lampu Mercury ) . Lampu uap dalam bahasa Inggrisnya adalah Vapour Lamp atau disebut juga lampu pelepasan gas dalam bahasa Inggrisnya (gas discharge lamp). Lampu uap merupakan jenis lampu tabung dengan sumber cahaya yang diperoleh dari gejala radiasi ion gas. 
        Warna cahaya radiasi ini tergantung dari jenis dan tekanan gas di dalam tabung, misalnya neon (merah), neon dan raksa (biru), dan natrium (kuning) serta helium (merah jambu). 
        Lampu uap raksa biasanya digunakan karena efisiensi yang relatif tinggi. Bola lampu terlapisi fosfor memberikan warna cahaya yang lebih baik daripada lampu uap natrium. Lampu uap raksa juga memberikan umur yang lebih panjang, selain itu juga memberikan penyinaran yang kuat dan terpusat


        Orang selalu menganggap remeh bahaya Mercury (Hg) atau air raksa.
        Mercury sering dijumpai pada lampu tradisional (seperti jenis neon biasa/ CFL) dan termometer. 1g mercury akan meningkatkan konsentrasi dalam kamar dari 15cbm menjadi 22cbm, 2200 kali lebih tinggi daripada atmosfir normal. Jika seseorang yang sehat berada di dalam ruangan dengan konsentrasi mercury 1mg/cbm selama 2 jam saja, orang tersebut akan merasakan pusing, sakit kepala dan kesulitan bernafas.
        Pada beberapa kasus (terutama pada anak-anak dan wanita hamil) akan berakibat fatal (bahkan dengan koreksi yang benar sekalipun, seperti menaburkan bubuk sulfur, atau membuka seluruh jendela dan pintu ruangan).
        Akan membutuhkan berbulan-bulan sebelum konsentrasi mercury turun ke normal kembali. Belum lagi bahayanya bioa konsentrasi mercury dalam jumlah besar mencemari sistem air minum kita, yang sempat menyebabkan kematian ribuan orang di Jepang.
        Untuk itu mari kita beralih dari produk-produk lampu yang masih menggunakan mercury, ke produk lampu yang ramah lingkungan seperti LED  


        Simpulan :

        Dari dua artikel di atas dapat kita ketahui bagaimana lampu mercury di buat, juga efek jika di gunakan secara berlebihan / bahayanya memakai lampu jenis mercury apalagi dalam jumlah watt besar. Efek ke manusia saja sangat besar apalagi radiasi mercury terkena semut peliharaan kita. Kami yakin lama kelamaan koloni semut kita akan terpapar radiasi.

        Apa saja masalah yang anda akan hadapi jika menggunakan lampu mercury atau dengan watt besar :

        1. Semut tangkaran anda khususnya yang semut jantan,ratu status bupati sampai dengan status gubernur ( masih bersayap ) di mungkinkan akan terbang mendekati sinyal cahaya dari lampu yang anda pasang ( Serangga termasuk semut rangrang menyukai cahaya terang ) Akibatnya semut tangkaran anda akan habis sedikit demi sedikit karena terbang. Khusus yang masih bersayap ( Elemen ternak anda akan berkurang )
        2. Akan terjadi pekelahian SESAMA koloni karena pelepasan zat feromon secara massal ke udara di akibatkan sinyal lampu yang di terima semut terdeteksi secara massal pula. Dan sebagian semut menterjemahan sinyal lampu sebagai predator / musuh yang harus di atasi. Reflek yang di berikan sebagian semut adalah dengan melepaskan zat feromon pertahanan diri ke udara. Dan kalau ada penumpukan zat feromon "Pertahanan diri = sejenis asam lemah " ke udara dengan jumlah banyak, bisa kita pastikan bunuh diri akan berlangsung. ( senjata makan tuan ). Semut tangkaran kita akan mati terkena zat feromon pertahanan diri yang semestinya di pakai untuk menghadapi musuh. Belum lagi kacaunya sinyal , mengakibatkan semut satu dengan yang lain tidak bisa mengenali bahwa mereka satu koloni ( Se-bangsa dan Se-tanah air ...heheheheheh )
        3. Kita beternak semut rangrang bukan seperti kita membasmi walang sangit harus memakai lampu dengan watt besar , apalagi lampu mercury ( TDL mahal kayaknya, makanya jangan boros)
        4. Belum lagi dampak yang di akibatkan lampu mercury versi teman-teman yang ingin menyelamatkan lingkungan dari dampak penggunaan lampu mercury berlebih akan lebih komplek lagi permasalahan yang akan anda hadapi.
        Rekan- rekan sesama peternak kroto di manapun anda berada
        1. Kalau memang ada yang mudah / ada sederhana atau cara kerja yang simple dalam beternak semut rangrang untuk menghasilkan kroto dengan jumlah maksimal, kenapa anda mempersulit diri sendiri dengan memakai cara susah / ribet / ruwet bin boros lagi. Dengan mengeluarkan cost yang lebih banyak.Alangkah lebih baik kelebihan dana tersebut untuk biaya operasional menambah jumlah koloni semut tangkaran anda.
        2. Semut rangrang termasuk serangga dengan mata majemuk ( Mata Faset ) terindikasi lebih cepat proses perkembangbiakannya di area dengan kadar keasaman mendekati nol atau juga minim cahaya. ( Lihat gambar rak pengaman dan fungsi ganda di lengkapi bambu )
        3. Tugas kita sebagai peternak adalah memberikan fasilitas yang hampir menyerupai keadaan lingkungan semut rangrang di alam bebas. Selanjutnya biarkan semut-semut tangkaran kita melanjutkan kehidupanya. Kita tidak bisa merubah pola hidup semut tangkaran kita sesuai yang kita inginkan.( Tupoksi elemen semut rangrang sudah di berlakukan puluhan tahun yang lalu. Sampai hari ini belum pernah kami dengar tupoksi semut rangrang di update )

        Read more > Ternak kroto dan penerangannya dengan lampu mercury

        Pantangan Ternak Kroto

        Ide,tips serta trik yang kami posting adalah hasil analisa kami dan semata mata kami publikasikan untuk turut serta menyelamatkan salah satu ekosistim di alam bebas dengan jumlah populasi berkurang drastis, yang tidak mungkin tidak akan punah andai kita biarkan.

        Judul tulisan kami malam ini adalah Pantangan Ternak Kroto. Mohon ma'af sebenarnya bukan pantangan tetapi lebih mengarah kepada Hal-hal yang perlu di hindari dalam proses penangkaran- beternak semut rangrang (Ternak Kroto).
        Ada sebagian teman yang gagal dan menyerah dalam beternak semut rangrang, baik penangkar atau peternak. Kegagalan seringkali di akibatkan karena faktor tidak tahu prilaku semut rangrang yang sebenarnya. Kegagagalan juga di sebabkan sudut pandang teman-teman dalam beternak kroto (Lebih enaknya kami sebut Beternak Kroto) kurang benar.
        Apa sebenarnya ternak kroto ?
        Ternak kroto adalah sebutan bagi penangkar / peternak semut rangrang dengan menggunakan media ternak alternatif selain pohon. bisa memakai bambu di potong-potong dengan ukuran tertentu, ada juga yang memakai toples ( sealware ) juga ada yang beternak dengan memanfaatkan perabot eks. peralatan rumah tangga yang menyerupai toples.
        Hampir 75% calon penangkar / peternak kroto  mengawali proses beternaknya karena faktor coba-coba, faktor kabar burung (mendengar dari teman, surat kabar serta media sosial lain lalu memulai tanpa ada penuntun / patokan pasti).
        Begitu pula pondasi ilmu beternaknya rata-rata di ambil secara sepenggal dari teman, mengumpulkan data ilmu beternak kroto melalui menjelajah alam maya.
        Alhasil, pada saat di tengah perjalanan proses penangkaran, mereka akan di hadapkan pada masalah yang sangat komplek.
        Masalah yang sering terjadi di awal proses penangkaran adalah sebagai berikut :
        Masalah akibat rak yang kurang aman dan nyaman
        1. Semut akan menjatuhkan diri ke lantai, Pada postingan awal saya ulas, semut melakukan bunuh diri ala Jepang ( Harakiri )
        2. Semut akan masuk air, Membuat jembatan dengan cara mengaitkan tubuh mereka satu di antara yang lain lalu menceburkan diri ke air sehingga sebagian semut akan mati dengan badan terkait membentuk jembatan ,sebagian lagi akan hidup dan bisa mengevakuasi semut dengan kasta lebih tinggi seperti ratu bupati, gubernur dan master ratu. 
        3. Sebagian semut akan mengaitkan badan satu di antara yang lain dan bergelantungan seperti bandul jam jaman dahulu, jika rak terlalu dekat dengan dinding atau peralatan lain bisa di pastikan semut akan menjangkau dinding. Akibatnya jembatan hidup akan terbentuk.
        4. Semut akan migrasi secara massal atau sebagian di karenakan ada media alternatif yang di pasang sebagai elemen rak lebih cocok pH/ Keasamannya di bandingkan toples. Semut akan keluar dari dalam toples dan pindah. ( Hal ini baik jika kita melakukan proses penangkaran dengan catatan media alternatif pH / keasaman sesuai dengan yang di butuhkan semut pada saat proses perkawinan massal )
        5. Dan masih banyak yang lain

          Masalah akibat bibit yang kurang unggul
          Bibit awal yang kita tangkarkan akan membuat persoalan di tengan pejalanan proses penangkaran jika bibit tersebut kurang memenuhi kriteria unggul.
          Kriteria bibit yang kurang unggul adalah sebagai berikut :
          1. Bibit turunan ke empat dan seterusnya. 
          2. Ciri fisiknya warna tubuh cerah dan pucat
          3. Tidak terlalu agresif
          4. Badannya langsing
          5. Pantat tidak berisi alias kurus
          6. Jika terjadi kontak dengan kita, proses menggigitnya tidak terlalu sakit dan tidak mengeluarkan cairan feromon pertahanan diri.
          Apa saja akibat yang terjadi jika bibit yang kita tangkar kurang unggul
          1. Proses perkembangbiakan akan berjalan lambat dan terkesan jalan di tempat, hal ini di akibatkan semut menjalani proses pertumbuhan diri dulu ke tingkat dewasa. Dari segi pemeliharaan semakin sulit di karenakan daya tahan tubuh yang kurang maksimal (Sama dengan kita memelihara bayi)
          2. Jika terjadi gangguan sedikit saja semut akan mengalami kematian massal
          3. Intinya bibit dengan kualitas kurang unggul akan terjadi masalah komplek dalam menjalani proses penangkaran.

            Akibat yang terjadi karena salah operasional pemeliharaan
            Memelihara semut rangrang sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan, atau semudah kabar burung, Langkah awal beternak semut rangrang adalah mengetahui pola kehidupan semut di alam yang akan kita pelihara selanjutnya kita peste ke area ruang tangkar atau ternak.
            Jika kita tahu pola kehidupan semut itu sendiri bisa di pastikan proses penangkaran/ peternakan kita akan berjalan agak lancar.
            Sebaliknya jika kita cuma meraba raba atau lebih bahaya lagi mencoba. Bisa di pastikan akan mengalami kegagalan di tengah jalan. 
            Ada syarat mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat meski kita berniat baik pada semut-semut peliharaan kita. Banyak hal yang akan terjadi jika operasional dalam pemeliharaan semut salah langkah.
            Berikut sebagian akibat jika kita salah dalam oprasional pemeliharaan :
            1. Koloni semut yang kita tangkarkan akan berkurang
            2. Koloni semut tangkaran kita akan berjalan di tempat (tidak tambah dan tidak berkurang)
            3. Semut usia produktif akan cepat menjadi tua karena tidak bisa beraktifitas secara maksimal, (Kerjanya cuma makan, minum)
            4. Akan lahir koloni semut muda dengan varietas yang kurang unggul
            5. Peternak akan menyerah tanpa syarat.
            Apa saja yang perlu di hindari dalam proses penangkaran - peternakan :
            1. Membuat rak asal - asalan atau membuat rak terlalu mewah tanpa memperhatikan faktor penunjang yang di inginkan semut yang akan kita tangkar
            2. Mencari / membeli bibit "Kurang " memenuhi kriteria bibit varietas unggul
            3. Ruangan tangkar / ternak sering di terganggu dengan keberadaan berganti ganti orang
            4. Makanan dan minuman tanpa memperhatikan arah tangkar atau ternak
            5. Elemen penunjang di area tangkar / ternak tanpa memperhatikan kebutuhan koloni semut. Contoh memasang lampu dengan daya yang berlebihan 
             Solusi
            1. Usahakan secara maksimal pembuatan rak dari sisi keamanan dan kenyamanan. Referensi model rak terbaru bisa anda pelajari di postingan 
            2. Usahakan secara maksimal mengawali bibit tangkar / ternak dengan mutu yang baik / varietas unggul. Referensi ciri - ciri bibit dengan kategori bibit unggul silahkan anda baca postingan 
            3. Usahakan secara maksimal pemeliharaan di lakukan hanya satu orang, untuk mengantisipasi semut berkelahi sesama koloni karena mendeteksi adanya predator / makhluk asing ( Bukan tuannya )
            4. Dari segi makan dan minuman silahkan di bedakan pada saat penangkaran dan pada saat proses peternakan. Jangan di beri asupan makan dan minuman yang kontra dengan zat yang sudah di miliki semut rangrang di dalam dirinya. Contoh pemberian madu
            5. Elemen penunjang memang di butuhkan, tetapi harus di bedakan kapan kita pasang dan kapan tidak harus kita pasang. Contoh kebutuhan akan lampu penerang memang di butuhkan tetapi harus di ingat daya lampu yang kita pasang harus sesuai dengan arah tujuan kita beternak. Menangkar (menghasilkan koloni baru) beternak (menghasilkan kroto) harus di bedakan pemberian penerangan. Untuk tangkar sebaiknya minim cahaya. Dan untuk ternak silahkan di atur baiknya yang penting tidak berlebihan.
            Tangkar = Kroto di biarkan menjadi koloni baru
            Ternak =  Kroto di panen
            Menangkar semut rangrang sangat berbeda perlakuan pemeliharaannya dengan beternak. Kita ambil contoh kecil saja, kalau kita menangkar ruangan mesti dan harus dalam keadaan gelap. Bukan berati gelap gulita tetapi "Gelap " di sini mengandung arti minim cahaya.
            Kenapa pada saat penangkaran mesti gelap / minim cahaya ?
            Ingat semut rangrang mempunyai indra pengelihatan dalam status rabun dekat dan rabun jauh. Operasional keseharian semut tangkaran kita lebih mengandalkan deteksi melalui antena. Artinya meski mempunyai mata tetapi semut rangrang lebih mengandalkan antena untuk merespon segala sesuau yang berada di sekitarnya. Dari mulai navigasi, merespon feromon daya pikat betina dan lain-lain.
            Antena ini akan berfungsi optimal jika di terapkan atau di pakai dalan keadaan suasana gelap atau minim cahaya juga dalam keadaan sunyi. 
            Selain suasana gelap / minim cahaya juga dalam keadaan sunyi, semut rangrang dalam proses pembiakan butuh asupan makanan notabene HANYA untuk memicu libido Si Semut Jantan naik. Setelah naik urusannya akan menjadi lancar. (Setelah naik tidak di sarankan mengintip semut rangrang melakukan ritual perkawinan Hehehe!!!)
            Pertanyaannya sekarang, asupan makanan dan minuman yang bagaimana yang di butuhkan pada saat penangkaran ? Kami menyarankan cukup anda beri air campur gula pasir dari tetes tebu alami. Ingat " DARI TETES TEBU ALAMI TANPA PROSES FERMENTASI ULANG "

            Read more > Pantangan Ternak Kroto

            Penangkaran Murai Batu Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan

            Penangkaran sekaligus jual beli burung berkicau, terutama murai batu, kiranya patut dipertimbangkan menjadi salah satu peluang bisnis karena prospeknya sangat menjanjikan. 
            Berikut ada hal-hal yang patut Anda perhatikan jika ingin berhasil dengan baik di bisnis ini :

            Lihat lokasi kandang
            Banyak pilihan untuk memilih lokasi kandang yang ideal untuk penangkaran murai batu. Bisa di halaman belakang atau samping rumah, atau boleh juga menyewa lahan untuk lokasi kandang penangkaran. Ada beberapa persyaratan yang mesti diperhatikan:
            • Usahakan lokasinya nyaman dan tenang. Artinya tidak terlalu bising oleh suara kendaraan bermotor, mesin bengkel, pabrik, dan polusi suara lainnya.
            • Lokasi bersih dari polusi udara berlebihan. Misalnya jangan dekat pabrik batu bata yang dalam proses produksinya selalu disertai dengan pembakaran batu bata, usaha pengasapan ikan, dan sejenisnya.
            • Usahakan pula di sekitar lokasi usaha tidak terdapat burung-burung lainnya. Jika hal ini tidak bisa dihindari, pastikan saat kandang sudah dibangun, murai batu yang ada di kandang penangkaran tidak bisa melihat langsung keberadaan burung lain, khususnya merpati yang kerap membuat MB uring-uringan dan sering melampiaskan kemarahannya kepada pasangan atau anak-anaknya.
            • Pastikan lokasi tersebut aman dari gangguan keamanan, karena pencuri pun sudah tahu kalau murai batu merupakan burung mahal. Anda pasti sudah tahu bagaimana meningkatkan keamanan kandang agar tak terjamah tangan-tangan nakal, jadi tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut.
            • Mohon izin kepada tetangga sebelah, setidaknya 2 rumah di sebelah kiri, 2 rumah di sebalah kanan, dan 3 rumah di depan (kalau perlu minta persetujuan tertulis, semacam izin HO). Hal ini untuk berjaga-jaga kalau suatu saat usaha Anda maju dan tetap bisa bertahan tanpa menimbulkan persoalan dengan tetangga. Pernah kejadian ada sobat kicaumania yang sudah membangun kandang, sudah beli beberapa indukan mahal, tapi terpaksa mengalami stres berkepanjangan karena tetangga tidak mengizinkan dan memaksanya melepas semua burung mahal itu ke alam bebas.
            Kelima persyaratan itu merupakan modal awal yang sangat penting. Lingkungan, sebagaimana dikatakan para ahli perburungan, merupakan faktor yang berdiri sejajar dengan faktor genetik (keturunan). Induk murai batu sebagus apapun tidak akan menjalankan tugas reproduksinya secara maksimal, ketika setiap hari mendengar suara bising, kandangnya dilewati asap, dilintasi burung-burung lain, dan sebagainya.
            Kemungkinan yang bisa terjadi antara lain, burung sulit berjodoh, burung tak mau kawin (sehingga telur yang dihasilkan selalu gabuk / infertil), burung menjadi pemarah dan agresif, bahkan menyerang betina atau anakan hingga mati.

            Perhatikan desain dan konstruksi kanda
            Jika lokasi usaha / kandang sudah disiapkan, kini saatnya membangun kandang yang menjadi rumah bagi pasangan induk murai batu dan anak-anaknya. Untuk melihat desain dan konstruksi kandang, silakan buka kembali halaman ini. Soal ukuran, Anda bisa memodifikasinya sendiri sesuai dengan keinginan, atau sesuai dengan luas lahan yang ada.
            Saya selalu menyebut kandang sebagai rumah bagi burung, sebab akan membangkitkan semangat Anda untuk memberikan yang terbaik kepada murai batu. Bukankah di rumah, kita terlindung dari panas sinar matahari, terlindung dari air hujan seperti sekarang, bisa menyantap makanan dan nyeruput minuman kesukaan, beristirahat ketika tubuh dan pikiran terasa lelah, serta tidur kalau ngantuk?

            Karena itu, kandang yang ideal (apapun desain dan konstruksinya) harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini:
            • Memperoleh sinar matahari yang cukup, karena sinar matahari mengandung provitamin D yang baik untuk kesehatan burung. Meski demikian, burung tetap memiliki pilihan untuk berteduh (termasuk saat hujan). Anda bisa membuat atap 2/3 terbuka (ditutup kawat strimin) dan 1/3 tertutup.
            • Kandang diusahakan terlindung dari embusan angin yang terlalu kencang, karena mudah membuat murai batu kaget.
            • Sediakan tenggeran / tangkringan yang kuat, dalam beberapa ukuran dan diletakkan di beberapa posisi (lihat kembali Halaman Penangkaran Murai Batu).
            • Sediakan wadah sarang. Pada tahap awal, sediakan sedikitnya 2-3 model. Misalnya kotak sarang A (ukuran 25 cm x 20 cm – tinggi 20 cm), kotak sarang B (20 cm x 15 cm – tinggi 15 cm), dan kotak sarang C (15 cm x 15 cm – tinggi 15 cm). Sangkar bisa digantung langsung di dinding kandang, bisa juga diletakkan di atas tatakan yang ditempelkan ke dinding kandang.Apabila kandang merupakan rumah bagi burung, maka induk (jantan dan betina) adalah mesin produksi yang akan menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk Anda. Saya tidak mengharuskan Anda untuk membeli indukan yang mahal, atau harus punya darah juara. Sebagai pemula, biarkan usaha ini dimulai dari yang wajar-wajar saja: sedikit demi sedikit.
            Siapkan calon indukan
            Biarkan berbagai pengalaman menempa Anda terlebih dulu, agar menjadi ilmu praktis yang Anda kuasai dengan baik.  Jika sudah berpengalaman, barulah memikirkan untuk membeli indukan yang mempunyai trah juara.
            Tidak perlu dipersoalkan juga apakah Anda ingin mengembakbiakkan murai batu Aceh, Medan, Lampung, Nias, Jambi, maupun Kalimantan. Tips ini juga berlaku untuk murai batu ekor putih maupun black-tailed (ekor hitam). Semuanya sama saja, punya pangsa pasar masing-masing. Yang penting perawatan awal di tangan Anda selaku penangkar, dan yang lebih penting lagi bagaimana perawatan selanjutnya di tangan pelanggan / pembeli selaku pemilik burung.

            a. Memilih induk jantan
            • Diusahakan induk jantan sudah berusia 2 tahun lebih, sehingga sel spermanya benar-benar matang.
            • Pilihlah burung yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan kehadiran manusia. Dalam hal ini, dianjurkan membeli calon induk dari hasil penangkaran, bukan hasil tangkapan alam. Calon induk hasil tangkaran umumnya lebih jinak, sehingga memudahkan Anda dalam mengawali usaha penangkaran murai batu.
            • Burung dalam kondisi sehat. Beberapa tanda burung sehat yang mudah diamati adalah lincah (aktif bergerak) alias tidak nyekukur terus, serta bulu-bulunya tumbuh sempurna, bersih dan tidak kusam.
            • Burung tidak memiliki cacat fisik, baik pada kaki, sayap, kepala, dan bagian tubuh lainnya.
            • Volume suaranya keras. Kalau memungkinkan, pilih juga burung yang memiliki banyak variasi lagu. Tapi jika tidak pun tak apa-apa. Bukankah tujuan kita untuk mengembangbiakkannya, bukan menjadikannya burung juara? Tugas mencetak burung juara menjadi domain para kicaumania yang memiliki murai batu. Volume suara terkait dengan faktor genetik (keturunan), tetapi variasi lagu lebih terkait dengan faktor perawatan, khususnya program pemasteran dan perlakuan pakan.
            Sebagian penangkar menganggap induk jantan yang baik harus memiliki katuranggan sempurna, mulai dari bentuk kepala, leher, dada, warna bulu, ekor, dan kaki. Anda boleh membenarkannya, dan silakan cari informasi di Google mengenai katuranggan murai batu jantan.
            Saya pribadi tidak terlalu fanatik dengan katuranggan, karena yang lebih penting bagaimana performa dasar suaranya.  Performa ini bisa didengarkan, bukan diramalkan sebagaimana metode katuranggan. Apakah penyanyi yang baik harus berleher jenjang, dengan bahu lebar, agar suaranya yahud? Apakah petinju bertubuh tinggi-besar-berotot pasti hebat?
            Padahal kalau kita lihat, penyanyi mungil seperti Ruth Sahanaya punya kualias suara bagus. Tetapi Ermy Kullit dan Regina Indonesian Idol yang bertubuh besar juga punya suara yahud pula. Mike Tyson yang bertubuh lebih pendek dan lebih kecil pun mampu mengalahkan Larry Holmes dan Trevor Berbick yang bertubuh raksasa.
            So, itu sebabnya saya tidak terlalu fanatik dengan katuranggan. Katuranggan bisa / boleh saja dijadikan pegangan awal, tetapi bukanlah segalanya. Dalam kontes suara, yang lebih penting adalah bagaimana performa suara burung. Performa suara yang terkait dengan volume dan irama sangat ditentukan oleh faktor genetik (seperti remaja A yang bersuara bass, dan remaja B yang bersuara bariton), sedangkan variasi lagu lebih ditentukan faktor perawatan (terutama pemasteran dan perlakuan pakan).

            b. Memilih induk betina
            • Induk betina sudah berusia 1 tahun lebih, sehingga organ reproduksinya benar-benar matang. Kasus telur kosong (infertil) antara lain disebabkan organ reproduksi belum matang, meski murai batu betina sudah mencapai umur dewasa kelamin rata-rata pada umur 6-7 bulan. Umur dewasa kelamin adalah masa di mana burung betina untuk kali pertama bisa bertelur.
            • Sama seperti induk jantan, pilihlah calon induk betina yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan manusia.
            • Burung dalam kondisi sehat, ditandai dengan aktif bergerak (lincah), serta bulu-bulu tumbuh sempurna, bersih, dan tidak kusam.
            • Burung tidak memiliki cacat fisik, baik pada kaki, sayap, kepala, dan bagian tubuh lainnya.
            Sediakan pakan yang berkualitas
            Makanan utama burung sesuai dengan kebiasaannya di alam bebas, adalah serangga dan cacing tanah. Serangga yang biasa diberikan antara jangkrik, telur semut rangrang alias kroto, ulat hongkong, dan ulat kandang.  Serangga diusahakan selalu tersedia setiap hari, lebih baik 2-3 jenis serangga. Cacing pun diusahakan setiap hari tersedia.
            Namun, bukan tidak mungkin Anda akan kesulitan mendapatkan serangga, terutama ketika stok di toko / kios burung habis. Itu sebabnya, mengapa murai batu yang dipelihara atau ditangkarkan selalu dilatih makan voer. Tujuan awal sebenarnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk seperti itu.

            Sediakan obat dan suplemen
            Seperti dijelaskan sebelumnya, sebenarnya voer dan serangga memiliki kandungan nutrisi lengkap, kecuali pada unsur vitamin dan mineral. Pernah saya tulis di sini, kebutuhan vitamin dan mineral pada burung sangat sedikit, tetapi seringkali tidak tercover dalam bahan pakan. Sebab vitamin dan mineral mempunyai banyak jenis, dan kekurangan (defisiensi) pada satu jenis saja bisa mengganggu kesehatan burung.
            Produk-produk di atas bisa digunakan untuk mengatasi burung yang sulit dijodohkan, birahinya rendah sehingga tidak mau mengawini atau dikawini, meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur, dan lebih menjamin kualitas kesehatan piyik murai batu yang baru menetas.
            Idealnya, obat juga perlu disediakan. Sebagaimana manusia yang tak pernah bisa tahu kapan ia sehat dan kapan sakit, burung pun demikian. Anda bisa memilih opsi, menyimpan obat-obatan sebagai persediaan jika burung tiba-tiba sakit, atau membeli setelah burung sakit. Keputusan tentu ada di tangan Anda, dengan mempertimbangkan plus dan minusnya.

            Buat nama brand yang menarik
            Branding bisa diartikan sederhana sebagai nama produk. Dalam hal ini, sejak awal Anda perlu memikirkan nama penangkaran Anda. Misalnya Jagoan Bird Farm, atau apapun namanya. Kalau hanya fokus dalam penangkaran murai batu, tanpa menangkar jenis burung lain, Anda bahkan bisa menggunakan nama yang lebih spesifik, misalnya Murai Gemilang Bird Farm.
            Intinya, buatlah nama produk yang mudah diingat dalam memori setiap orang. Ah, mungkin Anda lebih jago daripada saya dalam hal ini. Branding ini perlu diperkuat dengan dua peranti penting, yaitu ring dan sertifikat
            Ring atau gelang / cincin yang terpasang di kaki burung diperlukan sebagai identitas bahwa burung yang dibeli seseorang merupakan burung hasil penangkaran, lengkap dengan nama bird farm atau nama yang sudah dibranding tersebut.
            Adapun sertifikat sangat diperlukan untuk menguatkan ring (apalagi sekarang banyak ring aspal). Dalam sertifikat ini Anda bisa menuliskan tanggal burung menetas, nama bird farm Anda, tanggal transaksi pembelian, dan dilengkapi pula dengan stempel bird farm. Kalau burung pernah menjuarai lomba, Anda pun bisa mencantumkannya dalam sertifikat.
            Keberadaan sertifikat juga menguntungkan pembeli, ketika suatu saat dia ingin menjualnya kembali ke pihak lain. Kalau ada apa-apa terkait dengan burung ini, pihak lain yang baru membeli bisa konsultasi langsung ke penangkarnya. Misalnya, jenis pakan yang diberikan sewaktu kecil atau muda. 

            Sumber :
            Ciputraentrepreneurship.com 

            Read more > Penangkaran Murai Batu Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan

            Penyebab Induk Murai Batu Mematuki Telur Sendiri


            Sebagian besar dari penangkar murai batu pernah mengalami masalah dimana induk murai batu jantan atau betina mereka pernah memakan telurnya sendiri.

            Penyebab Induk Murai Batu Mematuki Telur Sendiri
            Penyebab dari masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

            1. Usia induk masih terlalu muda pada saat bertelur
            Mengawinkan indukan murai batu yang masih terlalu muda sangat beresiko karena masih belum matang dan stabil untuk mengurus anak.

            2. Setelah proses bertelur indukan memasuki masa birahi dengan terlalu cepat
            Pada umumnya hal ini sering terjadi pada indukan jantan dimana indukan jantan yang terlalu birahi biasanya akan mematuk telur dan mengacak-ngacak sarang.
            Untuk mengatasi hal ini anda bisa memisahkan induk jantan dari sarang dan telur lalu mengurangi pemberian extra fooding.
            Selain itu induk jantan juga tidak boleh mendapatkan penjemuran yang berlebihan, harus dijauhkan dari induk betina supaya birahinya bisa dikontrol pada saat dijodohkan.
            Biasanya indukan betina yang terlalu cepat birahi tidak mau mengerami telur dan bahkan terkadang akan cenderung mematuki telurnya sendiri.

            3. Adanya predator pengganggu
            Ada kalanya induk murai batu akan mematuki telurnya sendiri jika ada hewan pengganggu yang masuk ke dalam sarangnya, misalnya seperti kadal, cicak, kecoak, tikus, kodok ataupun semut merah.
            Meskipun hewan pengganggu ini tidak sampai ke tempat telur namun hewan ini bisa mengganggu kenyamanan dan ketenangan induk sehingga induk akan merasa stres lalu mematuki telurnya sendiri.

            4. Tempat bertelur kurang nyaman
            Usahakan untuk menyediakan 3 sarang dengan tempat yang berbeda untuk tempat bertelur induk murai batu.
            Setelah itu biarkan induk murai batu memilih sendiri sarang mana yang akan digunakan untuk bertelur.

            5. Sarang terlalu panas
            Usahakan untuk tidak menaruh sarang di tempat yang terlalu tinggi ataupun terkena sinar matahari langsung pada siang hari.
            Jika induk murai batu sudah terlanjur menempati sarang di tempat yang seperti demikian maka anda bisa menutup bagian atas untuk menghindari sengatan sinar matahari langsung.

            6. Sarang terkena hama atau kutu
            Ada kalanya sarang menjadi terlalu lembab karena banyaknya material yang ada di sekitar sarang murai batu.
            Akibatnya induk menjadi tidak tenang pada saat mengerami telur karena hama atau kutu akan berdatangan yang disebabkan sarang murai batu basah, lembab dan berjamur.
            Usahakan untuk membuat indukan murai batu untuk membuat  sendiri sarangnya, sedangkan anda hanya menaburnya pada tempat yang bersih saja.

            7. Induk murai batu kekurangan gizi
            Ada kalanya induk murai batu yang kekurangan gizi atau kalsium akan membuatnya mematuki telurnya sendiri.
            Untuk mengatasi hal ini anda bisa memberikan extra fooding dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

            8. Terlalu sering di ganggu
            Meskipun sebagian dari indukan tidak berpengaruh apapun jika ada orang yang sering melihat-lihat isi sarangnya, namun sebagian besar dari indukan membutuhkan privasi dalam proses perkembangbiakan termasuk pada saat mengerami telur.
            Usahakan untuk tidak terlalu sering menengok sarang indukan dan sebisa mungkin untuk mengganti pakan setidaknya satu kali selama 4 hari atau dua kali dalam seminggu.
            Jika anda memang ingin sering menengok sarang tanpa mengganggu indukan maka anda bia memasang CCTV di sekitar kandang penangkaran.

            9. Terganggu indukan yang lain
            Walaupun jarang dialami penangkar, namun ada beberapa indukan betina akan sangat terganggu dan memakan telurnya sendiri jika mendengar pejantan lain yang gacor atauindukan lainnya di sekitar sarang.
            Untuk indukan yang seperti ini solusinya adalah kandang penangkaran tidak boleh berdekatan dengan kandang murai batu yang lainnya atau disendirikan.

            10. Indukan betina terpisah dengan pejantannya
            Walaupun dalam menangkar murai batu bisa dilakukan dengan sistem poligami namun ada sebagian induk betina yang tidak bisa dijauhkan dari induk jantan.
            Untuk mengatasi hal ini anda tidak boleh memisahkan keduanya dan harus membiarkan indukan jantan dan betina sama-sama membesarkan anaknya.

            11. Pakan yang sedikit atau kurang mencukupi
            Saat indukan memasuki masa produksi usahakan kebutuhan pakan terutama extra fooding tetap terpenuhi terutama saat memasuki masa penetasan telur.
            Kekurangan pakan sangat mungkin membuat indukan membunuh anaknya sendiri ataupun mematuki telur yang sedang dierami.

            12. Indukan memasuki masa mabung
            Sangat mungkin terjadi, jika indukan mendekati masa mabung namun tetap kita breeding indukan akan memakan telurnya dikarenakan secara insting indukan tidak bisa beraktifitas lebih untuk membesarkan dan memberi makan anaknya. Sebaiknya indukan yang mendekati mabung jangan di breeding.


            Read more > Penyebab Induk Murai Batu Mematuki Telur Sendiri
             
             
            Copyright © Budidaya burung
            Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo