Tuesday, February 19, 2013

Murai Medan Asli dan ciri cirinya

ciri murai medan asliAsal-Usul Murai Medan
Murai Medan adalah jenis murai batu (Copsychus malabaricus) yang dianggap terbaik dari semua jenis murai batu yang ada di Indonesia. Murai batu termasuk ke dalam family Turdidae. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Kalimantan, dan sebagian pulau Jawa. Murai medanmerupakan burung kicau paling populer saat ini. Hanya saja tindakan eksploitasi hutan berlebihan dan perburuan untuk kepentingan komersial membuat jenis murai medan ini sulit ditemui di pasaran.

Murai medan dalam pengertian murai batu yang berhabitat asli kota Medan itu sesungguhnya tidak ada, sebab penyebutan murai medan adalah penyebutan yang sebetulnya salah kaprah. Tidak ada murai batu yang habitat aslinya di kota Medan. Sedangkan murai batu di wilayah Sumatera Utara dan Aceh sendiri banyak sekali varian dilihat dari katuranggannya. Ada yang ekor panjang dan pendek, ada yang lengkung ada yang lurus, ada yang menggumpal jadi satu ada yang berbentuk seperti gunting dan sebagainya.

Kalau kebetulan murai batu yang terkenal dengan nama murai medan, ini dikarenakan stok murai batu wilayah Sumatera bagian utara hingga pantai utara wilayah Aceh, sejak dulu selalu terkumpul di Medan sebelum menyebar ke wilayah lain. Karena waktu dulu orang memfavoritkan murai batu ekor panjang, maka pemikat murai batu pun lebih suka mengumpulkan murai batu ekor panjang yang kemudian mereka bawa ke kota Medan. Saat itulah dikenal sebutan murai medan dengan ekor yang rata-rata memang panjang, antara 22 cm sampai 27/28 cm. Sementara kalau ada murai batu dengan ekor sampai 30 atau bahkan 35 cm atau lebih, maka itu adalah murai batu asal Malaysia hingga kawasan pedalaman Asia Tenggara.

Ciri Murai Medan Asli
Saat ini memang cukup sulit untuk mengetahui ciri-ciri Murai Medan asli. Namun salah satu ciri yang masih bisa membedakan apakah itu burung Murai Medan asli atau bukan dapat dilihat dari bentuk atau pola ekor si burung Murai Batu.

Berikut adalah ciri Murai Medan asli dilihat dari pola ekor Murai:
  1. Empat pasang bulu putih ada strip hitam tegas dari pangkal membelah ekor secara horizontal, kadang membentuk huruf U
  2. Panjang ekor berkisar antara 14cm - 27cm.
  3. Burung Murai Medan ini berasal dari daerah Aceh (Pidie, Tangse, Sabang, Langkat, Pasaman, dll).
Read more > Murai Medan Asli dan ciri cirinya

Sepesies Murai Batu (Copsychus Malabaricus)

Pada umumnya hobbies di Indonesia lebih mengenal burung Murai Batu pada satu jenis saja, yaitu sub-spesies Copsychus Malabaricus Tricolor (White-rumped Shama). Sub-spesies ini mempunyai corak tiga warna, yaitu hitam, coklat dan putih. Warna dominan pada kepala, leher punggung dan ekor umumnya berwarna hitam. Warna dada dan perut berwarna coklat, sedangkan punggung bagian bawah (pantat) dan bulu ekor sekunder berwarna putih.

Sub spesies Copsychus Malabaricus Tricolor (White rumped Shama)

Sub spesies ini paling banyak ditemukan di P. Jawa dan P. Sumatera. Karena perbedaan habitat dan letak geografi masing-masing tempat yang berbeda-beda, maka sub spesies inipun mempunyai perbedaan fisik yang mencolok. Untuk Murai Batu yang hidup di Pulau Jawa, masyarakat local lebih mengenal dengan sebutan burung Larwo (Copsycus Malabaricus Tricolor-Javanus). Burung jenis ini sudah diindikasikan sangat langka (mungkin juga sudah punah).

Sementara sub spesies yang hidup disekitar selat sunda, Krakatau, pesisir dan pedalaman lampung, masyarakat mengenal dengan nama Murai Batu Lampung. MB ini mempunyai panjang ekor kira-kira 10 cm – 12 cm. Bagi para hobbies yang sering mengikuti kompetisi burung berkicau, jenis ini kurang diminati. Beberapa beralasan bahwa MB jenis ini bermental rendah dan kicauannya kurang bagus.

MB Lampung
Foto: Murai Lampung

Untuk kepentingan lomba atau kompetisi burung berkicau, para hobbies di Indonesia lebih menyukai MB Jambi. Mereka beralasan selain kemerduan suaranya, burung jenis ini mempunyai stamina dan gerakan ekornya yang indah. Mungkin mereka benar karena struktur tubuhnya yang sedang dengan panjang ekor berkisar antara 14 cm – 17 cm memungkinkan burung tersebut bergerak lincah dan tidak terbebani dengan berat dan panjang ekornya. MB Jambi secara alamiah hidup disekitar Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauaan Mentawai & Siberut serta semenanjung Bukit Barisan.

MB Jambi 2
Foto: Murai Jambi


Jenis lainnya adalah Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh, sebenarnya sebutan MB Medan adalah sebutan untuk MB yang berasal dari Provinsi Aceh dan daerah sekitarnya. Sebutan ini melekat karena pusat perdagangan terbesar dan pengepul ada di daerah Medan, tepatnya Pasar Burung Bintang. Di Provinci ini juga hidup berbagai jenis murai batu yang lainnya, salah satunya adalah MB ekor Hitam dan Jenis ini lainya mempunyai body lebih besar dan ekor yang cukup panjang sekitar 20 cm – 25 cm dan yang mempunyai ekor lebih panjang lagi yaitu sekitar 25cm – 30cm. MB Medan dan MB Aceh sangat diminati, bahkan sudah menjadi hewan peliharaan yang paling favorit. Selain suaranya yang merdu, penampilannya pada saat berkicau sangat atraktif, yaitu kemampuan mengayun-ayunkan ekornya (nge-fl) Meskipun demikian MB jenis ini jarang sekali diturunkan atau dibawa oleh para hobies arena kompetisi. 

MB Medan
Foto: Murai Medan

Jenis Murai Batu lain yang berekor panjang selain ditemukan di provinsi Aceh, juga ditemukan di Penang, Malaysia, Burma, Kamboja, Myanmar dan Thailand. Secara fisik bentuknya sama, perbedaanya barangkali pada tebal tipis ekornya saja. Murai Batu di Malaysia relatif mempunyai ekor yang panjang dan tipis, berpostur agak kecil. Sedangkan Murai Batu yang paling dicarai oleh hobbies dari Singapura dan Malaysia adalah Murai Batu yang hidup diperbatasan Thailand dan Malaysia. Walaupun secara fisik bodynya lebih kecil dari Murai Batu Aceh, tetapi memiliki ekor r yang lebih panjang dan warna hitamnya agak mengkilat dan berwarna indigo (kebiruan). 

Perhatikan dengan seksama perbedaan foto Murai Batu berikut:

Photobucket
Foto: Koleksi David

Photobucket
Foto: Koleksi David

Photobucket
Foto: Koleksi David

MB Thai-Malays
Foto: Koleksi David

Sub –spesies Copsychus Malabaricus Melanurus (Black-tailed Shama)

Sub-spesies ini di Indonesia dikenal dengan sebutan Murai Nias atau Murai Batu Nias, karena populasi dan habitatnya kebanyakan ada di P. Nias dan daerah sekitarnya. Burung ini juga ditemukan disebagian wilayah provinsi Aceh. Selain bersuara merdu, burung ini juga tidak terlalu agresif sehingga bagi para hobbies yang ingin mengembang-biakan burung ini, relatif lebih mudah dibandingkan dengan jenis lain yang mempunyai tiga warna. Hewan ini relatif lebih sayang terhadap anak-anaknya, sehingga jarang ditemukan kasus indukan Murai Nias membunuh anaknya sendiri. 

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, burung jenis ini susah sekali ditemukan atau dipelihara oleh para hobies di Indonesia. Hal ini ada berbagai faktor:
1. Faktor Tujuan Kompetisi
Karena sistem penjurian lebih mengedepankan aspek suara dan mental, para hobbies di tanah air, kurang menyukai burung ini karena kurangnya agresifitas pada saat dilombakan, mereka lebih menyukai burung dengan tipe agresif (fighter).
2. Faktor Exodus Perdagangan
Burung jenis ini merupakan burung yang popular dan paling dicari di Malaysia dan Singapura. Karena sistem kompetisi mereka berbeda dengan di Indonesia, minat mereka untuk memiliki sangat tinggi. Hal ini disebabkan burung ini mudah jinak dan bersuara sangat merdu dan variatif, sehingga cocok untuk dijadikan binatang peliharaan dirumah. Hal inilah yang mendorong pedagang dan pengepul burung melakukan ekspor besar-besar ke sana. Harga per ekor untuk ukuran panjang ekor 10cm-20 cm sekitar US$200.00. Bahkan pernah ditemukan ada yang mempunyai panjang ekor 25cm-30 cm, tetapi kualitas suaranya jauh dari yang pertama.

Photobucket
Foto: Koleksi Pribadi

Sub–spesies Copsycus luzoniensis (White-browed Shama)

Habitat ditemukan Philipina

MB coklat hitam putih 

Sub-spesies Copsychus M. Stricklandii (White-capped Shama)

Ada dua jenis. Habitatnya di P. Borneo (Kalimantan-Indonesia), Sarawak dan Sabah (Malaysia).

MB ekor coklat
Ekor Coklat

Dan

Photobucket
Ekor Hitam & Putih

Sub-spesies Copsychus Niger (White-vented Shama)

MB Hitam Putih
Habitat: Sabang, Palawan-Philipina

Sub-spesies Copsycus Cubuensis (Black shama)

MB Hitam Pekat
Habitat: Philipina

 http://kicau96.blogspot.com/search/label/murai%20batu
Read more > Sepesies Murai Batu (Copsychus Malabaricus)

Stress saat mabung

Stres
Terkadang kita melihat bulu-bulu pada seekor burung ada yang tumbuh tidak merata. Ada bagian yang tipis atau strukturnya yang tidak simetris. Biasanya pada bulu tersebut timbul semacam garis melintang terutama terlihat pada bagian ekor. Atau warna bulu yang tumbuh terlihat kusam. Hal ini terjadi karena burung kekurangan nutrisi dan kurang istirahat yang cukup. Nutrisi yang dimaksud adalah kurangnya kadar methionin dan cistein yang terkandung dalam protein (serangga).

Jika masa mabung di luar waktu yang seharusnya, burung akan mengalami apa yang di namakan Stres Saat Mabung. Akibatnya bulu-bulu saat rontok atau pada saat tumbuh hanya pada beberapa bagian saja (tidak merata). Biasanya terjadi pada bulu-bulu di bagian dada, dan parahnya jika terjadi pada bagian sayap dan ekornya. Hal yang paling ekstrem jika seluruh bulu yang ada mengalami kerontokan. 

Bulu-bulu terdiri sekitar 20% sampai 25% dari berat tubuh burung dan pergantian bulu diluar waktu mabung berarti bahwa hormon testoteron akan berkurang karena burung akan dipaksa memproduksi hormon yang memicu mabung. Konsekuensinya adalah burung akan mengalami stress. Sedangkan stres yang dialami akan berakibat pada pertumbuhan yang tidak maksimal. Untuk memperbaiki kondisi ini harus menunggu mabung periode tahun berikutnya.

Hal-hal lainnya yang menjadi faktor penyebab stres pada saat mabung, yaitu:


  1. Kemungkinan burung melihat atau mendengar suara tikus, tokek, kucing atau gangguan dari makhluk-makhluk lainnya yang mengganggu waktu istirahatnya pada malam hari. Solusinya, redupkan sinar lampu atau ganti bohlam yang tidak terlalu terang, sehingga burung tidak dapat melihat secara langsung makhluk-makhluk pengganggu. Meski burung masih mendengar suara-suara, tetapi dengan tidak melihat wujud makhluk pengganggu secara langsung akan mengurangi kepanikan burung tersebut. 
  2. Perubahan temperatur yang ekstrem di sekitar area kandang atau sangkar burung. Solusinya, periksa temperatur ruangan dan pastikan suhu dalam ruangan tetap terjaga. 
  3. Mendengar suara dari murai batu lainnya. Salusinya, jauhkan burung anda dari gangguan suara sesama burung murai lainnya. 
  4. Faktor Pemberian Air Minum, Solusinya ganti air minum setiap hari, karena setelah 24 jam kandungan klorin dalam air akan menguap karena pengaruh suhu dan sinar.  
  5. Adanya pakan kering (voor) yang tidak/kurang disukai burung, sehingga burung malas makan dan menghambur-hamburkan makanan tersebut. Solusinya, ganti dengan pakan kering jenis lainnya. 
  6. Khusus untuk burung dalam Sangkar, kebiasaan menggantung sangkar ditempat yang terlalu banyak angin atau ditempatkan di dekat jendela, membuat burung tidak tenang karena temperatur/suhu di dekat jendela sering tidak konstan. Solusinya, carilah/pindahkan ke tempat yang nyaman dan bersirkulasi baik.

 http://kicau96.blogspot.com/search/label/murai%20batu
Read more > Stress saat mabung

Keragaman Murai Borneo

Murai Batu yang dalam literatur ilmiah dinamai Copsychus malabaricus dan oleh orang Eropa biasa disebut white rumped shama secara global penyebarannya sangat luas, mulai dari
India, China Barat Daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia hingga Sunda Besar. 
Di Indonesia burung yg termasuk dalam rumpun Turdidae ini banyak sekali jenisnya yang di kalangan hobbiest dibedakan berdasar daerah asal habitatnya.

Murai Batu Borneo adalah salah satu jenis yang dikenal di Indonesia selain Murai Batu Sumatera dan Murai Batu Jawa (Larwo).
Murai Batu Borneo adalah sebutan kicau mania terhadap spisies murai batu yang berasal dari Pulau Kalimantan. Seperti Murai Batu Sumatera, Murai Batu Borneo juga banyak jenisnya. Walau pun banyak jenisnya tetapi secara umum dikenal tiga jenis Murai Batu Borneo yaitu Murai Batu Palangka, Murai Batu Banjar & Murai Batu Mahkota (Kepala Putih).

Karakteristik Murai Batu Borneo yang sangat mudah dikenali adalah gayanya yang khas pada saat tarung, yaitu dada membusung dengan bulu dada yang mengembang, kepala yang menengadah ke atas lalu membungkuk ke bawah yang kadang dengan gerakan cepat tetapi juga kadang-kadang bergerak lambat.

Daerah Sebaran Murai Batu Borneo
Secara garis besar daerah sebaran Murai Batu Borneo adalah seperti gambar berikut.



Murai Batu Palangka yang oleh kicau mania di Kalimantan sering juga disebut Murai Kalteng habitatnya tersebar di wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Murai Batu Banjar dapat ditemui di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Murai Batu Mahkota (white crowned shama) tersebar dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan bagian Utara (Malaysia).


Typical Murai Batu Borneo

1. Murai Batu Palangka



Murai Batu Palangka secara fisik identik dengan Murai Batu Lampung. Mungkin akibat kemiripan secara fisik itulah, murai batu jenis ini pernah ditangkap secara besar-besaran untuk dikirim ke Pulau Jawa dan Lampung. Sebenarnya murai batu jenis ini jika dilihat secara fisik banyak juga ragamnya, baik gradasi warna bulu, warna kaki & panjang ekornya.

Secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :
Body : Sedang dengan bentuk agak memanjang.
Panjang Ekor : 15 sampai 18 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Tua.
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk), Coklat Kemerahan & Putih Kekuningan.
Gaya Tarung :
Seperti Typical Murai Batu Borneo jenis lainnya, Murai Palangka juga akan mengembangkan bulu dadanya pada saat tarung. Tetapi tidak seperti Murai Batu Banjar, murai batu jenis ini hanya mengembangkan bulu dada bagian perut sampai batas dada (sedikit di bagian dada).

Murai Batu Palangka Koleksi Teman


2. Murai Batu Banjar



Murai Batu Banjar inilah yang biasa dicari hobbiest untuk dilombakan, karena sifat fighter-nya yang sangat tinggi. Sama halnya dengan Murai Batu Palangka, sebenarnya Murai Batu Banjar yang oleh warga setempat biasa disebut "Tinjau Karang" ini juga banyak jenisnya. Warna bulu dada, warna kaki & panjang ekor berbeda-beda antara satu habitat dengan habitat yang lain. Secara umum perbedaan murai batu banjar dengan murai batu palangka adalah warna bulu dadanya cenderung lebih cerah dan ekor yang lebih pendek dari Murai Batu Palangka. Panjang ekor murai jenis ini rata-rata antara 10 sampai 13 cm dan ada murai batu banjar dari daerah tertentu yang memiliki ekor rata-rata 15 cm.

Secara garis besar typical murai batu banjar dapat digambarkan sebagai berikut :
Body : Kecil, Sedang sampai Besar
Panjang Ekor : 10 sampai 15 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Terang
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk), Coklat Kemerahan & Putih Kekuningan.
Gaya Tarung : Pada saat tarung murai ini akan mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher, sehingga sepintas terlihat menyerupai bola tennis.


3. Murai Batu Mahkota



Murai Batu Mahkota (Kepala Putih) yang habitatnya mulai Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara (Malaysia) ini sebenarnya sangat mirip dengan murai batu banjar. Kecuali celeret putih pada kepalanya secara keseluruhan murai batu ini identik dengan murai batu banjar, baik postur tubuh, warna dada, gaya tarung hingga sifat fighternya yang tinggi.

Gambaran umum murai batu mahkota sebagai berikut :
Body : Kecil, Sedang.
Panjang Ekor : 10 sampai 13 cm.
Warna Bulu Dada : Coklat hingga Coklat Terang
Warna Kaki : Hitam Pekat, Coklat Kehitaman (warna tanduk) & Coklat Kemerahan.
Gaya Tarung : Seperti murai batu banjar, pada saat tarung murai ini juga mengebangkan semua bulu dada warna coklatnya hingga ke batas leher hingga membentuk bulatan.




Tawau - Sabah - Malaysia




Pontianak - Kalimantan Barat










Murai Batu Banjar Si Raja Kontes ?
Murai Batu Banjar adalah murai borneo yang sering merajai kontes-kontes kelas murai borneo di Kalimantan". Benarkah demikian?
Khususnya di Kalsel, Kaltim & Kalteng memang demikian adanya. Bukan berarti murai borneo jenis lain tidak prospek, tetapi sejauh ini jawara yang sering moncer pada lomba di wilayah tersebut adalah dari jenis murai batu banjar.
Kalau melihat dari daya tarung, murai batu mahkota (kepala putih). Jenis ini memiliki daya tempur yang sangat tinggi dan kerjanya ngedur.


Si Pitung (salah satu MB Borneo terbaik Kaltim)
Bontang - Kalimantan Timur
Jenis : MB Banjar




Tips Memilih Murai Batu Borneo

Warna bulu dada
Pilih warna bulu dada yang coklat muda, lebih terang/muda lebih baik. Kalau ada yang supak (agak keputihan tetapi bukan blorok) lebih baik lagi. Murai batu borneo dengan warna-warna bulu dada seperti tersebut rata-rata memiliki sifat fighter yang tinggi dan kerjanya ngedur.

Warna kaki
Dari variasi warna kaki murai batu borneo, skala prioritas memilih murai batu borneo melihat dari warna kaki adalah :
(1) Coklat Kehitaman (warna tanduk),
(2) Hitam Pekat,
(3) Coklat Kemerahan
(4) Jangan Pilih yang Putih Kekuningan, karena selain belum pernah melih yang jenis ini moncer di kontes, Mental serta daya tarungnya kurang serta terlalu lambat untuk jadi.

Panjang ekor
Pilih ekor yang agak pendek, dari 13 s.d. 10 cm

Bentuk kepala
Utamakan memilih kepala yang berbentuk papak

Mata
Pilihlah yang memiliki tatapan tajam dan mata tidak terlihat sayu.

Bukaan paruh

Pada saat berkicau perhatikan intensitas bukaan paruhnya. Pilih yang bukaannya lebar, biasanya saat tarung akan mengeluarkan tembakan dengan full power.

Bentuk leher
Carilah yang mempunyai leher yang agak besar, ini biasanya menunjukkan besarnya volume suara yang dapat dikeluarkan.

Selain hal-hal tersebut di atas, secara umum pemilihan murai borneo berbakat sama dengan ulasan-ulasan pada thread yang membahas permasalahan cara memilih murai batu berbakat.

Karakter suara murai batu borneo
Karakter suara murai batu borneo adalah ngebass dan monoton? Ini tidak benar. Dengan perawatan yang benar, pemilihan masteran tepat & proses mastering yang intensif, murai borneo akan memiliki suara/lagu yang berkualitas.
Karena kebanyakan murai borneo bertype nembak-nembak, pilih masteran utama dengan type nembak seperti cililin, LB, pelatuk, belibis, dll.

Murai Borneo Supak

Untuk menyebut murai borneo yang warna bulu dadanya sangat muda dan agak keputih-putihan tetapi bukan blorok. Murai borneo dengan warna ini memiliki mental yang luar biasa. Murai borneo seperti ini sekarang memang sangat sulit ditemukan, tetapi masih ada. Sebenarnya warna seperti ini bukan kelainan dan memang ada jenisnya. Di wilayah hutan tertentu di pegunungan meratus memang memiliki murai batu dengan warna seperti ini. Hampir semua murai batu dari daerah tersebut baik jantan atau betina memiliki warna bulu dada sangat muda dan berkaki hitam.

Pola Ekor Murai Batu Borneo

Pola ekor MB Borneo adalah terdiri dari 6 pasang (12 helai) bulu, dengan 2 pasang bulu hitam dan 4 pasang bulu putih (bulu penyangga).
Bulu ekor putih MB Borneo sendiri banyak polanya, yaitu :

1. Bulu ekor putih polos semua dg semburat hitam pada bagian ujungnya.

2. Bulu ekor putih dg 3 pasang polos dan sepasang (ekor putih terpanjang) berwarna separuh hitam.

3. Empat pasang bulu ekor putih berwarna hitam pada pangkal bulunya.

4. Ekornya berwarna hitam semua.




http://kicau96.blogspot.com/search/label/murai%20batu
Read more > Keragaman Murai Borneo

Poin penting merawat burung di musim hujan

Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan antara lain bisa menyebabkan burung menjadi drop, suaranya menjadi serak, bahkan sampai tidak terdengar lagi kicauannya. Salah satu penyebabnya adalah karena burung kurang panas, karena suhu udara cenderung menurun. Karena itu, kita perlu menyiasati musim penghujan, sehingga burung-burung tidak terlalu drop kondisinya.

Berikut ini beberapa tips ringan tetapi penting yang berlaku untuk sebagian besar burung berkicau. Tips ini berdasarkan pengalaman senior saya, Drs Hananto Prasetyo SH, yang dijuluki Kicau Mania Legendaris karena pada dekade 1990-an burungnya pernah tiga tahun berturut-turut menjadi juara nasional lomba burung berkicau yang diselenggarakan Pelestari Burung Indonesia (PBI).

  • Pertama, mengurangi volume air dalam bak keramba.
Apabila cuaca pada saat akan merawat atau memandikan burung terlihat mendung, atau bahkan sudah mulai gerimis, sebaiknya Anda mengurangi volume air dalam bak karamba sehingga tinggal separo saja. Dengan demikian, burung mau mandi dan tidak basah kuyup.
Biasanya saat udara dingin atau hujan, burung tidak mau mencebur ke bak karamba. Kalau sekali basah, burung bisa mati jika sinar matahari tidak menembus sangkar.

  • Kedua, menambah porsi extra fooding.
Untuk menjaga kondisi burung tetap hangat, tambahkan extra fooding berupa jangkrik sebanyak 1-3 ekor dari porsi biasanya, dan tambahkan 5-10 ekor ulat hongkong.  Pemberian ulat hongkong ini sangat bagus untuk menghangatkan kondisi burung.
Dengan penambahan porsi extra fooding secara tepat, kondisi burung tetap panas sehingga kualitas suaranya tetap terjaga dengan baik, tanpa menimbulkan efek samping yang negatif.
Tetapi perlu diingat, pemberian ulat hongkong jangan terlalu sering dan terlalu banyak, karena burung bisa menjadi ganas dan birahinya terlalu tinggi. Tandanya, burung akan menabrak sangkar setiap kali melihat burung lain.

  • Ketiga, menyiasati waktu penjemuran.
Khusus untuk burung-burung kelas lomba, Anda perlu menyiasati waktu penjemuran dengan munculnya sinar matahari. Meski sebentar, upayakan saat matahari mulai bersinar, burung harus segera dijemur.
Anda bisa juga mengkombinasikan hal ini dengan waktu memandikan. Jadi, saat cuaca mendung di pagi hari, dan sinar mentari belum begitu terasa sebaiknya tunda dulu rencana memandikan burung. Ketika sinar matahari mulai muncul, segera mandikan, angin-anginkan dan segera jemur.

  • Keempat, mengatasi burung serak.
Apabila hujan turun terus-menerus, sehingga udara lembab dan jamur bertumbuhan serta terhisap burung, sering menyebabkan burung bersuara serak atau malah tidak berbunyi sama sekali. Tetapi Anda jangan khawatir. Pastikan saja burung dalam kondisi fit sehingga tidak mudah terserang penyakit. Anda bisa memberikan vitamin dan mineral.
Jika burung telanjur serak gunakan saja antibiotik saluran pernafasan atas seperti BirdTwitter misalnya.
Kalau burung serak karena ada kotoran atau lendir tetapi burung dalam kondisi sehat, dalam artian tidak ada infeksi, Anda bisa mencoba meletakkan sebutir pagoda pastiles atau sejenisnya ke dalam minuman burung. Sifat menthol dalam pagoda berfungsi sebagai ekspektoran lendir.

  • Kelima, pengerodongan sepanjang hari.
Apabila udara terasa begitu dingin, Anda bisa mengerodong burung sepanjang hari. Tempatkan sangkar pada lokasi yang hangat, misalnya di ruang tamu atau ruang keluarga.



 http://omkicau.com/2012/10/17/6-poin-penting-merawat-burung-di-musim-hujan/
Read more > Poin penting merawat burung di musim hujan

MB dari Kepulauan Kecil di sekitar Aceh

Kadang orang banyak menilai setiap MB Ekor Hitam adalah MB Nias, dengan tulisan saya ini mencoba mengupas Jenis Murai Batu Ekor Hitam ( Black Tailed Shama)

MB Nias kebanyakan berekor hitam mulus, sama seperti MB dari Siemelu (orang Aceh bilang MB Sinabang Cirinya: body agak kecil kepala kecil ekor pendek biasanya ), sama dgn MB Mentawai dan Pulau Pagai (orang Sumbar bilang MB Pagai).MB dari pulau Lasia ( cirinya: bodynya gede ekor agak panjang), Mb pulau lempuyang (Cirinya :dari ke 6 pasang ekornya, 3 dari atas item total, 3 kebawahnya lg ada warna putih berdiameter 1cm pada ujungnya. Mb dari Sabang (cirinya hampir mirip dgn Mb Lempuyang hanya ekor lebih panjang sayang jenis sudah langka,susah didapat dipasaran) mb Kesemuanya adalah MB kepulauan.

            MB asal Sinabang/ Simelu terkadang ada totol putih sedikit di ujung ekornya


                         MB asal P.Lasia, Aceh . bodi lebih besar dari MB Sinabang/Simelu


                 MB asal P. Sabang, Aceh diusia muda ekornya mencapai 23 - 26 cm


                             MB asal Lempuyang, Aceh susunan ekor putihnya 3 hitamnya 3 


Secara umum kualitas mental tempur MB ekor hitam sangat bagus dan bersuara tembus,melengking hanya saja minusnya sering ngeban dan ngukluk yang diulang ulang , tapi dengan seiring bertambah usia mapannya MB tersebut akan makin stabil dalam berolah vokalnya. Terbukti sekarang sudah mulai banyak MB ekor hitam yang tampil dan juara di ajang kontes MB Nasional . Jadi tetap semangatlah walau anda memiliki MB yang sebelumnya dianaktirikan dan dibilang MB murahan tapi dengan seiring waktu terjawab sudah kehebatan MB ekor Hitam ini yang mampu turun 3 sesi dalam kontes. Semangat kawan dan jangan menyerah.Jangan Ragu gantangkan ekor hitam dalam setiap even. Salam Metal (MB Blakctail) mania 


 http://muraibatusumatera.blogspot.com/2012/02/mb-dari-kepulauan-kecil-di-sekitar-aceh.html
Read more > MB dari Kepulauan Kecil di sekitar Aceh

Pemikat Tidak Sama Dengan Penangkar

SELAMATKAN MURAI BATU (MB) DARI KEPUNAHAN !!!

Apakah hanya slogan semata ?? tanyakan hal itu kepada orang-orang yang mengkampanyekannya terutama yang mengkampanyekan lomba MB memakai ring hasil MB tangkaran. Penulis sangat mendukung akan kampanye tersebut, asal tidak hanya untuk mendongkrak harga ring anakan breeder yang antrian anakannya sangatlah panjang. Apalagi pihak-pihak yang mengkampanyekan breeder malah juga mengambil Indukan MB Penguasa dari alamnya pula. Dan hasil anakannya dijual?? bukankah arti menangkar sesungguhnya jika memang berkampanye menyelamatkan MB adalah melepaskan kembali hasil tangkarannya ke alam??

Kalau konsep breeder sekarang seperti itu, tidakkah sama tujuan breeder dengan pemikat MB dari alam? yang sama-sama mencari untung untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantas dimana kita menyelamatkan MB nya dari kepunahan? Haruskah kita salahkan para pemikatnya yang terus memburu MB dari hutan. Sangatlah tidak adil karena para pemikat pun sudah memikirkan hal itu pula terutama pemikat dari Serambi Mekkah.

Hukum adat mereka pun sudah cukup ketat yang membatasi penangkapan MB betina untuk keperluan konservasi. Bahkan teknik memikat MB mereka pun sangat hati-hati bukan dengan cara pancingan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan bahkan kematian terhadap MB tersebut.


Pemikat MB memperagakan kinerja pikat sistem jerat benang yang dia anggap aman tanpa merusak bulu dan ekor MB tangkapan

Pemikat pun sudah berusaha menyelamatkan MB di hutan mereka karena mereka pun paham bahwa itu adalah mata pencaharian mereka. Berbagai cara tangkapan pun sudah demikian alami dan meminimalisirkan kerusakan alam dalam hal perburuan mereka mendapatkan MB demi kepuaasan hobbies dan penangkar. Resiko mereka mendapatkan MB sangatlah besar tidak sebanding dengan harga MB yang mereka tawarkan kepada kaum hobbies dan penangkar yang menekan mereka agar menjual semurah-murahnya. Apa yang mereka dapatkan? Hanya cibiran bahkan dianggap perusak alam yang menyebabkan kepunahan MB.




Sangatlah tidak arif jika menyalahkan mereka para pemikat. Dari tangan merekalah hobi kita terpuaskan bahkan dari tangan mereka pun breeder mendapatkan keuntungan, dari tangan mereka pula pengepul meraup rupiah yang tidak sedikit. Dari tangan mereka pula Industrialis penyedia pakan mendulang kekayaan, dari tangan pemikat pula anda menikmati anakan ring para breeder. Satire bukan?...

MB khusus pikat, di rumah diam saja, tapi kalau di hutan dia kerja, belum pernah drop saat fight dengan MB liar, inilah senjata mereka meraup rejeki di hutan mereka sendiri

Rumah sederhana pemikat MB, rumah tradisional rakyat aceh, disinilah mereka tinggal hidup damai ala kadarnya, jauh dari kesan mewah tapi mereka bahagia mempersembahkan MB terbaik untuk kita para hobbies,penangkar,industrialis,pedagang dan pengepul.


 http://muraibatusumatera.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
Read more > Pemikat Tidak Sama Dengan Penangkar

Mengenal Lebih Dekat Murai Batu asal Aceh

Mengenali Murai Batu asal Aceh & Perjuangan Memburunya

Secara jelas kini bisa kita perhatikan secara fisik ekor dari Murai Batu (MB) yang berasal dari aceh tampak sangat berbeda dengan murai batu yang berasal dari daerah lain.
       Pada usia dini, atau sebelum mengalami mabung pertama panjang ekor hitam berkisar17-22cm.. Setelah mabung ekor baru akan muncul dengan panjang antara 20-25 cm. tergantung cara perawatan kita dan pola makan serta nutrisi yang diperlukan terpenuhi atau tidak.
       Yang perlu diingat sebagai catatan adalah jangan pernah kita memaksakan bulu ekor dicabut, dikarenakan pada saat mencabut dimungkinkan cangkang bulu akan mengalami kerusakan. Yang lebih berbahaya lagi seandainya akar bulu ikut tercabut maka bulu tumbuh akan semakin lama, ada juga kemungkinan ekor jadi mandul karena kerusakan pada cangkang bulu.

Keindahan dari pada Murai batu adalah terletak pada bulu 
ekornya. Inilah yang bisa menjadi unggulan dari jenis Murai Batu yang berasal dari Aceh. Apabila ekor dikipaskan maka akan terlihat seperti sebuah kipas hitam terbingkai warna putih. Ditambah dengan 2 helai ekor terpanjang yang lentur seolah-olah seperti cambuk yang diayun-ayunkan.


Sekilas wajah hutan di Leupung kawasan aceh besar


        Inilah gambaran dari pada perjalanan kawan kita, Saudaraku di Aceh yang juga menjadi penyuplai MB saya ,Qorry S dalam menapaki jengkal demi jengkal menaiki bukit menuruni lembah di Hutan Leupung, sebagian hutan yang berada di kawasan Aceh Besar demi mendapatkan Murai Batu yang nantinya akan diterbangkan kepada kita. menjadi kebanggan kita.

          Tanpa konservasi hutan yang bagus dan tanpa tangan saudara kita yang disana, tidak akan mungkin kita bisa menikmati lantunan dan gaya eksotik dari pada Murai Batu yang dengan keakuan kita merasa memiliki segalanya. Kalaulah nantinya Murai Batu yang kita miliki nantinya memenangkan sebuah kompetisi dan hargapun menjulang, akankah kita mengingat perjuangan kawan kita di pedalaman Aceh sana?, yang siap keluar masuk hutan demi ego dan kesenangan kita? setimpalkah dengan nilai pejuangan mereka?

TAHI HARIMAU

       Dalam perjalanan perburuan MB dihutan sana, Konon seandainya kita telah menemukan jejak kotoran harimau, maka anda telah memasuki kawanan Murai Batu, karena disana Murai batu hidup secara bergerombol.

      Kalo ada tahinya, berarti ada Harimaunya. Inilah  sepenggal resiko yang dihadapi para pemburu-pemburu Murai Batu dihutan bebas. salah-salah adalah nyawa taruhannya apabila berurusan dengan harimau.



 Tanda Bacokan di Pohon

              Ketika melakukan perburuan dihutan luas, para pemburu terkadang merasa kebingungan untuk mencari jalan pulang. sehingga mereka menorehkan tanda-tanda berupa bacokan pada pohon untuk memberikan petunjuk kemana harus berjalan.

              Terkadang mungkin kita dapat menentukan arah perjalan menggunakan petunjuk kompas ataupun petunjuk arah matahari. Nah, kalo dihutan lebat dan kebetulan mentari tak nampak, maka hal seperti inilah yang para pemburu lakukan, atau kadang untuk mengingatkan bahwa pada daerah tersebut akan layak untuk dilakukan perburuan lagi pada daerah yang sama





Akankah terpikirkan oleh kita, resiko yang harus dihadapi oleh para pemburu Murai Batu di alam liar dan Ganas, naik turun, bertemu binatang buas, ditengah hutan cuaca tak mendukung. Mereka yang berjuang demi menafkahi keluarga dengan segala perjuangan. bandingkan dengan kita yang hanya tinggal merogoh sebagian kocek dari saku kita. Terlalu banyak perhitungan, pemilihan, Penawaran yang serendah-rendahnya.


Bahkan kita banyak berharap mereka-mereka mampu mendapatkan sesuatu yang istimewa. Bayangkan perasaan para pemburu seandainya yg mereka dapatkan tak sesuai apa yang kita harapkan, dijual murahpun kadang enggan kita membayar.



Semoga kita semua bisa lebih bijak dan lebih arief.
kami persembahkan kepada :


Para penggemar dan penggila MURAI BATU.











http://muraibatusumatera.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
Read more > Mengenal Lebih Dekat Murai Batu asal Aceh
 
 
Copyright © Budidaya burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo